LENSAPRIANGAN.COM – Kegiatan penanaman jagung hibrida di SMPN 6 Padaherang mendapat sambutan antusias dari para siswa.
Salah satu siswi kelas IX, Yupina (15), yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Yupina menuturkan, penanaman jagung ini menjadi pengalaman berharga sekaligus pembelajaran nyata di luar kelas.
“Hari ini kami melaksanakan penanaman jagung secara serentak. Penanaman jagung sebagai bentuk pendidikan ekologi dan mendukung program ketahanan pangan Pemerintah Kabupaten Pangandaran,” ujar Yupina, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan pembelajaran mendalam yang selama ini diterapkan di sekolah, di antaranya menanamkan nilai kemandirian, kreativitas, dan tanggung jawab.
Ia berharap jagung yang ditanam bersama teman-temannya dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen maksimal.
“Harapan kami, jagung yang kami tanam bisa tumbuh subur dan menghasilkan panen yang maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 6 Padaherang, Islah Hadiansah (39), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi pendidikan berkarakter melesat yang digagas oleh Bupati dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran.
“Kegiatan ini merupakan implementasi pendidikan berkarakter Melesat yang digagas oleh Bupati dan Disdikpora Pangandaran.”
“Di SMPN 6 Padaherang, kami menanam jagung hibrida di lahan seluas 300 meter persegi, kemudian juga memanfaatkan 50 karung bekas dan 50 galon bekas sebagai media tanam,” jelas Islah saat di temui awak media Lensapriangan.com, Rabu (18/2/2026).
Ia menambahkan, selain jagung, para siswa juga telah terbiasa menanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung, selada, bayam, pakcoy, seledri, bawang daun, tomat, serta tanaman obat.
Program tersebut telah berjalan selama satu semester dan dimuat dalam kegiatan kokurikuler dengan tema gaya hidup berkelanjutan dan kearifan lokal Desa Payutran, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani sukses.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, murid bukan hanya mengenal teknik pertanian sejak usia dini, tetapi juga menanamkan nilai kreativitas, inovasi dalam pertanian, tanggung jawab terhadap alam, kolaborasi, serta menumbuhkan kecintaan untuk menjaga lingkungan sekitar,” pungkas Islah. (Efull)






