Menu

Mode Gelap
Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran Angin Kencang Terjang Padaherang, Warung Didi Ambruk dan Rugi Rp 10 Juta KUA Cimerak Pangandaran Gencarkan Edukasi Keagamaan di Bulan Ramadan 2026 Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

Daerah

Sebulan Nunggu Panen, Tanaman Jagung di Sindangwangi Pangandaran Diserang Gerombolan Bagong

badge-check


					Sebulan Nunggu Panen, Tanaman Jagung di Sindangwangi Pangandaran Diserang Gerombolan Bagong Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Petani muda di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengeluhkan gerombolan babi hutan yang menyerang tanaman jagung.

Peristiwa ini terjadi dalam tiga hari ini di lahan perkebunan yang dikelola petani muda. Padahal, tanaman jagung itu tinggal menunggu waktu panen.

Pantauan di lapangan Sabtu (17/1/2026) pagi, tanaman jagung di lahan seluas sekitar 700 bata dirusak gerombolan babi hutan.

Ada empat titik lebih di lahan tersebut yang tanaman jagungnya tumbang porak poranda akibat diserang hama babi hutan. Banyak jagung berceceran di atas permukaan tanah.

Petani muda di Sindangwangi, Purkon (33), mengatakan, sudah dua tiga hari ini tanaman jagung yang ditanam diserang oleh gerombolan babi hutan.

“Kita sudah melakukan antisipasi, tapi babi ini menyerangnya di malam hari. Jadi, kita susah untuk kontrol karena jauh dari area pemukiman,” paparnya.

Tanaman jagung yang diserang hama babi hutan, ada sekitar empat titik lebih di total lahan perkebunan tersebut.

“Jagung ini sudah berusia dua bulan lebih, tinggal nunggu panen sebulan lagi. Tapi sayang, kita dapat musibah sama kawanan babi hutan yang sering datang malam hari,” kata Purkon.

Padahal, sebelumnya sudah dilakukan antisipasi mulai dengan menggunakan obat obatan penangkal babi hutan.

“Seperti ditabur kamper, tapi tetap babi menyerang ke perkebunan jagung. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta, karena banyak tanaman jagung yang dirusak babi hutan,” ungkapnya.

Untuk antisipasi gerombolan babi hutan datang kembali, kedepan Ia bersama petani muda lain akan berdiskusi dan bertanya kepada senior petani.

“Mudah mudahan nanti ada solusi terbaik agar bisa mencegah datangnya gerombolan babi hutan,” harapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sedih! Mau Lebaran, Sepeda Motor Milik Paijan di Pangandaran Diambil Orang

18 Maret 2026 - 15:46 WIB

Coko Run 100 Meter Meriahkan Malam di Banjar, Polres Dorong Energi Positif Generasi Muda

18 Maret 2026 - 11:39 WIB

Kapolres Cek Pospam Operasi Ketupat Lodaya 2026, di Jalur Wisata Pangandaran

17 Maret 2026 - 14:11 WIB

Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Siapkan 12 Shuttle Gratis 

17 Maret 2026 - 13:49 WIB

Ram Cek Jelang Lebaran, Petugas Gabungan Periksa Bus Umum di Terminal Pangandaran

16 Maret 2026 - 21:22 WIB

Trending di Daerah