Menu

Mode Gelap
Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025 Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Casabadia Villas & Hotel Pangandaran by Horison Hadirkan Konsep Villa dan Hotel Tropical Lifestyle Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bangkit, Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global Korban Banjir di Maruyungsari Pangandaran Alami Gejala Sakit, Puskesmas Padaherang Turun ke Lapangan

Daerah

Sebulan Nunggu Panen, Tanaman Jagung di Sindangwangi Pangandaran Diserang Gerombolan Bagong

badge-check


					Sebulan Nunggu Panen, Tanaman Jagung di Sindangwangi Pangandaran Diserang Gerombolan Bagong Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Petani muda di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengeluhkan gerombolan babi hutan yang menyerang tanaman jagung.

Peristiwa ini terjadi dalam tiga hari ini di lahan perkebunan yang dikelola petani muda. Padahal, tanaman jagung itu tinggal menunggu waktu panen.

Pantauan di lapangan Sabtu (17/1/2026) pagi, tanaman jagung di lahan seluas sekitar 700 bata dirusak gerombolan babi hutan.

Ada empat titik lebih di lahan tersebut yang tanaman jagungnya tumbang porak poranda akibat diserang hama babi hutan. Banyak jagung berceceran di atas permukaan tanah.

Petani muda di Sindangwangi, Purkon (33), mengatakan, sudah dua tiga hari ini tanaman jagung yang ditanam diserang oleh gerombolan babi hutan.

“Kita sudah melakukan antisipasi, tapi babi ini menyerangnya di malam hari. Jadi, kita susah untuk kontrol karena jauh dari area pemukiman,” paparnya.

Tanaman jagung yang diserang hama babi hutan, ada sekitar empat titik lebih di total lahan perkebunan tersebut.

“Jagung ini sudah berusia dua bulan lebih, tinggal nunggu panen sebulan lagi. Tapi sayang, kita dapat musibah sama kawanan babi hutan yang sering datang malam hari,” kata Purkon.

Padahal, sebelumnya sudah dilakukan antisipasi mulai dengan menggunakan obat obatan penangkal babi hutan.

“Seperti ditabur kamper, tapi tetap babi menyerang ke perkebunan jagung. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta, karena banyak tanaman jagung yang dirusak babi hutan,” ungkapnya.

Untuk antisipasi gerombolan babi hutan datang kembali, kedepan Ia bersama petani muda lain akan berdiskusi dan bertanya kepada senior petani.

“Mudah mudahan nanti ada solusi terbaik agar bisa mencegah datangnya gerombolan babi hutan,” harapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan

3 Februari 2026 - 20:31 WIB

Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

3 Februari 2026 - 15:26 WIB

Bau Menyengat, PHRI Bantah Limbah di Pantai Pangandaran dari Hotel

3 Februari 2026 - 12:49 WIB

Polres Banjar Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Wujudkan Lalu Lintas Tertib

2 Februari 2026 - 20:34 WIB

Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran

2 Februari 2026 - 12:36 WIB

Trending di Bisnis