Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Daerah

Korban Banjir di Maruyungsari Pangandaran Alami Gejala Sakit, Puskesmas Padaherang Turun ke Lapangan

badge-check


					Korban Banjir di Maruyungsari Pangandaran Alami Gejala Sakit, Puskesmas Padaherang Turun ke Lapangan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Itensitas hujan tinggi, wilayah Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran kembali dilanda banjir.

Banjir di Dusun Anggaraksan disebabkan meluapnya anak sungai Citanduy yakni, sungai Ciseel dan kiriman air dari sejumlah daerah.

Selain merendam lahan pertanian yang belum layak dipanen, banjir juga merendam pemukiman di Dusun Anggaraksan.

Di pemukiman warga, sudah ada sekitar seminggu terendam banjir dengan ketinggian air 10 hingga 40 sentimeter.

Akibat terdampak banjir, kini sejumlah warga mengalami gejala sakit berupa gatal-gatal, demam, dan batuk pilek, Kamis (20/11/2025).

Kepala Desa Maruyungsari, Tusiman, mengatakan, dampak banjir di Anggaraksan Desa Maruyungsari ini memang banyak warga yang mengalami gejala sakit.

“Di Anggaraksan, ada empat RT terdampak banjir hingga pekarangan rumah. Saat ini, banyak warga yang mengalami gejala sakit seperti gatal-gatal,” katanya.

Dia bersyukur ada pengecekan gratis dari Puskesmas Padaherang dengan turun langsung ke lingkungan Anggaraksan.

“Alhamdulillah langsung direspon oleh ibu Kepala Puskesmas. Hari ini, dilaksanakan pengobatan gratis oleh tenaga medis bagi warga yang mengalami sakit – sakit,” ungkap Tusiman.

Karena berhubungan dengan air, banyak keluhan warga yang mengalami gatal-gatal, demam yang disebabkan oleh sumur-sumur air warga banyak yang terendam.

“Sekarang ini, ada sekitar 20 warga yang mengalami sakit dari total sekitar 200 kepala keluarga (KK),” jelasnya.

Kepala Puskesmas Padaherang, Suryati menyampaikan, kegiatan turun langsung ke lapangan ini merupakan satu program cek kesehatan gratis.

“Maka, kami mengadakan pemeriksaan bagi masyarakat yang terdampak banjir dan kami langsung memberikan obat. Dan melakukan kaporitasi sehingga sumur – sumur yang terendam banjir diberikan kaporit,” paparnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah