LENSAPRIANGAN.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran, Jabar menuai polemik.
Sejumlah warga menyayangkan menu yang dibagikan selama Ramadan 2026 karena dinilai tidak sesuai harapan dan jauh dari standar gizi yang layak.
Polemik mencuat setelah beredarnya video dan tangkapan layar percakapan di media sosial, terutama Facebook dan grup WhatsApp.
Dalam satu video yang beredar, seorang pria memperlihatkan paket MBG berisi telur rebus, roti, serta tiga butir kurma yang dibungkus plastik kecil.
Unggahan lain menunjukkan menu serupa berupa telur rebus, roti, dan kacang tanah dalam kemasan plastik sederhana.
Sementara itu, paket yang disebut diperuntukkan bagi ibu hamil dan ibu menyusui dilaporkan hanya berisi satu buah jeruk, roti, dan kue kecil.

Tak hanya itu, ada pula paket MBG yang disebut hanya terdiri dari susu kemasan kecil, kacang tanah sangrai, dan satu buah belimbing.
Beragamnya menu tersebut memicu keluhan warganet.
Sejumlah akun Facebook menyampaikan kekecewaan dan mempertanyakan kualitas serta kelayakan program tersebut.
“(Menu MBG) makin parah,” tulis akun bernama Yuyun dalam unggahannya, Selasa (24/2/2026).
Komentar bernada lebih keras juga bermunculan. Ada warganet yang menduga program MBG menjadi celah praktik korupsi.
“Maling berkedok gizi,” tulis akun lainnya. Sementara akun berbeda menambahkan, “Semakin ngaco MBG ya.”
Sejumlah warga mempertanyakan apakah menu yang dibagikan sudah memenuhi standar kecukupan gizi atau tidak.
Terutama, selain para pelajar, program MBG ini ditujukan bagi kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.
Terkait polemik tersebut, belum ada keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional maupun Koordinator MBG di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. ***






