Menu

Mode Gelap
Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran

Daerah

Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

badge-check


					Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran, Jabar menuai polemik.

Sejumlah warga menyayangkan menu yang dibagikan selama Ramadan 2026 karena dinilai tidak sesuai harapan dan jauh dari standar gizi yang layak.

Polemik mencuat setelah beredarnya video dan tangkapan layar percakapan di media sosial, terutama Facebook dan grup WhatsApp.

Dalam satu video yang beredar, seorang pria memperlihatkan paket MBG berisi telur rebus, roti, serta tiga butir kurma yang dibungkus plastik kecil.

Unggahan lain menunjukkan menu serupa berupa telur rebus, roti, dan kacang tanah dalam kemasan plastik sederhana.

Sementara itu, paket yang disebut diperuntukkan bagi ibu hamil dan ibu menyusui dilaporkan hanya berisi satu buah jeruk, roti, dan kue kecil.

Tak hanya itu, ada pula paket MBG yang disebut hanya terdiri dari susu kemasan kecil, kacang tanah sangrai, dan satu buah belimbing.

Beragamnya menu tersebut memicu keluhan warganet.

Sejumlah akun Facebook menyampaikan kekecewaan dan mempertanyakan kualitas serta kelayakan program tersebut.

“(Menu MBG) makin parah,” tulis akun bernama Yuyun dalam unggahannya, Selasa (24/2/2026).

Komentar bernada lebih keras juga bermunculan. Ada warganet yang menduga program MBG menjadi celah praktik korupsi.

“Maling berkedok gizi,” tulis akun lainnya. Sementara akun berbeda menambahkan, “Semakin ngaco MBG ya.”

Sejumlah warga mempertanyakan apakah menu yang dibagikan sudah memenuhi standar kecukupan gizi atau tidak.

Terutama, selain para pelajar, program MBG ini ditujukan bagi kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Terkait polemik tersebut, belum ada keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional maupun Koordinator MBG di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput

11 April 2026 - 15:29 WIB

BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas

7 April 2026 - 18:15 WIB

Oknum Wartawan di Pangandaran Mengaku Polisi, Coreng Marwah Profesi, IJTI – PWI Bereaksi Keras

6 April 2026 - 18:24 WIB

Diduga Ngaku Polisi, Oknum Wartawan di Pangandaran Bikin Resah

6 April 2026 - 17:46 WIB

Disnaker Pangandaran Verifikasi dan Bina LPK, Tercatat 13 LPK dan 5 BLK Resmi Beroperasi

6 April 2026 - 17:30 WIB

Trending di Daerah