Menu

Mode Gelap
Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025 Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Casabadia Villas & Hotel Pangandaran by Horison Hadirkan Konsep Villa dan Hotel Tropical Lifestyle Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bangkit, Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global Korban Banjir di Maruyungsari Pangandaran Alami Gejala Sakit, Puskesmas Padaherang Turun ke Lapangan

Daerah

Upaya Penurunkan Angka Stunting, Polres Banjar Gelar Rakor bersama IDI, Dinkes, serta Stakeholder

badge-check


					Upaya Penurunkan Angka Stunting, Polres Banjar Gelar Rakor bersama IDI, Dinkes, serta Stakeholder Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kapolres Banjar AKBP Danny Yulianto melalui Wakapolres Banjar Kompol Dani Prasetya menggelar rapat koordinasi (rakor) penyamaan persepsi dalam menurunkan angka stunting di Kota Banjar. (14/05/2024)

Rakor yang digelar di Aula Vicon Mapolred Banjar tersebut membahas dan memaparkan kondisi terkini stunting di Kota Banjar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kadinkes Kota Banjar H. Saifuddin, A.KS., M.Kes., Ketua IDI Kota Banjar dr. Fuad Hanif, Sp.S.M.Kes., Kadis Sosial dan Pemberdayaan Kota Banjar Hani SupartiniI, A.Ks.,M.Si., Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar Ismawati, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Banjar Ramdan.

Lalu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar, Krisdianto, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar Dede Kusumawati.

Terkait hal tersebut Kapolres Banjar melalui Wakapolres Banjar mengatakan kegiatan tersebut pemetaan lokasi dan wilayah yang dianggap masih banyak angka stuntingnya, serta menyampaikam rencana kegiatan dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Banjar.

“Kegiatab ini juga menindaklanjuti MUO antara Polda Jabar dan IDI Provinsi Jawa Barat dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayah hukum Polda Jabar termasuk di wilayah Polres Banjar,” Ucap Wakapolres Banjar.

Sementara itu Kadinkes Kota Banjar menyampaikan Alur penanganan stunting dilakukan dari Posyandu ke Puskesmas. Kemudian dilakukan validasi pengukuran TB,BB,LILA dan apabila diperlukan tindakan lebih lanjut maka dirujuk ke Rumah Sakit untuk ditangani oleh dokter spesialis Anak.

Ketua Idi menyampaikan Metode yang digunakan yaitu Deteksi dan Intervensi, perlunya sosialisasi oleh dokter kandungan dan dokter anak, perlunya sosialisasi kepada calon pengantin.

“Deteksi dini sejak dalam kandungan melalui pemeriksaan USG apabila ditemukan kasus Resiko stunting agar segera dilakukan rujukan ke Rumah Sakit,” Ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Guru MTs di Padaherang Pangandaran Laporkan MBG Bermasalah

4 Februari 2026 - 14:44 WIB

VIRAL! Guru Mts di Pangandaran Geger ada Ulat Belatung pada Hidangan MBG

4 Februari 2026 - 14:32 WIB

Dukung Program MBG, Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Sayuran Selada

4 Februari 2026 - 13:37 WIB

Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan

3 Februari 2026 - 20:31 WIB

Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

3 Februari 2026 - 15:26 WIB

Trending di Bisnis