Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Penyertaan Modal Rp 50 Juta Ke Bumdes Dipertanyakan

badge-check

Foto: ilustrasi by web

Banjar, LENSAPRIANGAN.COM – Carut marut pengelolaan keuangan Bumdes Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman menjadi sorotan sejumlah pihak. Padahal belum lama ini baru saja revitalisasi Bumdes di Desa Sukamukti selesai dilakukan.

Masalahan yang terjadi di Bumdes ini muncul ke permukaan terkait soal penyertaan modal sebesar Rp 50 juta. Penyertaan modal sebesar Rp 50 juta itu untuk usaha keripik jagung. Akan tetapi sejak anggaran tersebut digelontorkan hanya berjalan usaha keripik jagung tidak lama dan hari ini sudah tak berjalan. “Modalnya 50 juta sekarang sudah tidak jalan,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya Senin (9/9/2024)

Dengan tidak berjalannya usaha keripik jagung itu, ia meminta pihak Desa dalam hal ini Kepala Desa Sukamukti untuk melakukan evaluasi. Sudah sejauh mana dan apakah dari modal yang dikeluarkan sudah ada keuntungan atau justru rugi. “Kades harus evaluasi. Dari usaha itu untung apa rugi yang didapatkan,” tukasnya

Jika disitu nanti hasil evaluasi adanya kerugian negara ia meminta pihak aparat penegak hukum (APH) untuk turun langsung. Penyertaan modal ke Bumdes itu menurut dirinya riskan untuk disalahgunakan dengan dalih usaha ini itu.”Kalau ada kerugian negara nantinya APH saya minta turun,” pintanya

Kepala Desa Sukamukti Budi Haryono membenarkan adanya penyertaan modal sebesar Rp 50 juta ke Bumdes. Penyertaan modal itu digelontorkan ke Bumdes pada tahun 2023. Kata ia, usaha tersebut masih berjalan. “Iya, itu tahun 2023 untuk usaha keripik jagung,” akunya

Menurut Budi, uang sebesar Rp 50 juta itu digunakan untuk membeli mesin, peralatan dan bahan sebesar Rp 49 juta sesuai rinciannya. Budi mengaku sudah memanggil pihak – pihak yang terlibat dalam urusan ini mau seperti apa kedepannya. “Untuk keseluruhan sesuai rinciannya sekitar Rp 49 jutaan,” ungkapnya (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Grand Palma Pangandaran Rayakan HUT ke-3, Perkuat Konsep Syariah dan Targetkan Ekspansi

31 Juli 2026 - 21:50 WIB

Akhirnya, Tiga Anak Pemulung Asal Bekasi Dapat Perhatian Disdikpora Pangandaran, PGRI, dan BAZNAS

31 Juli 2026 - 18:01 WIB

Manfaat Aplikasi Pronalin Cek, Bantu Ibu Hamil Kenali Risiko hingga Siapkan Persalinan Lebih Aman

28 Juli 2026 - 16:12 WIB

Milad ke 51, MUI Pangandaran Soroti Isu Keagamaan Sensitif, Lakukan Identifikasi dan Antisipasi Gesekan

27 Juli 2026 - 14:43 WIB

Cegah Stunting, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Turun ke Pangandaran Kenalkan Aplikasi Pronalin Cek Kepada Kader

27 Juli 2026 - 12:40 WIB

Trending di Daerah