Menu

Mode Gelap
Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran Angin Kencang Terjang Padaherang, Warung Didi Ambruk dan Rugi Rp 10 Juta KUA Cimerak Pangandaran Gencarkan Edukasi Keagamaan di Bulan Ramadan 2026 Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

Daerah

Penyertaan Modal Rp 50 Juta Ke Bumdes Dipertanyakan

badge-check

Foto: ilustrasi by web

Banjar, LENSAPRIANGAN.COM – Carut marut pengelolaan keuangan Bumdes Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman menjadi sorotan sejumlah pihak. Padahal belum lama ini baru saja revitalisasi Bumdes di Desa Sukamukti selesai dilakukan.

Masalahan yang terjadi di Bumdes ini muncul ke permukaan terkait soal penyertaan modal sebesar Rp 50 juta. Penyertaan modal sebesar Rp 50 juta itu untuk usaha keripik jagung. Akan tetapi sejak anggaran tersebut digelontorkan hanya berjalan usaha keripik jagung tidak lama dan hari ini sudah tak berjalan. “Modalnya 50 juta sekarang sudah tidak jalan,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya Senin (9/9/2024)

Dengan tidak berjalannya usaha keripik jagung itu, ia meminta pihak Desa dalam hal ini Kepala Desa Sukamukti untuk melakukan evaluasi. Sudah sejauh mana dan apakah dari modal yang dikeluarkan sudah ada keuntungan atau justru rugi. “Kades harus evaluasi. Dari usaha itu untung apa rugi yang didapatkan,” tukasnya

Jika disitu nanti hasil evaluasi adanya kerugian negara ia meminta pihak aparat penegak hukum (APH) untuk turun langsung. Penyertaan modal ke Bumdes itu menurut dirinya riskan untuk disalahgunakan dengan dalih usaha ini itu.”Kalau ada kerugian negara nantinya APH saya minta turun,” pintanya

Kepala Desa Sukamukti Budi Haryono membenarkan adanya penyertaan modal sebesar Rp 50 juta ke Bumdes. Penyertaan modal itu digelontorkan ke Bumdes pada tahun 2023. Kata ia, usaha tersebut masih berjalan. “Iya, itu tahun 2023 untuk usaha keripik jagung,” akunya

Menurut Budi, uang sebesar Rp 50 juta itu digunakan untuk membeli mesin, peralatan dan bahan sebesar Rp 49 juta sesuai rinciannya. Budi mengaku sudah memanggil pihak – pihak yang terlibat dalam urusan ini mau seperti apa kedepannya. “Untuk keseluruhan sesuai rinciannya sekitar Rp 49 jutaan,” ungkapnya (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pastikan Kenyamanan Wisatawan Libur Lebaran, Kapolda Jabar Tinjau Langsung Objek Wisata Pantai Pangandaran 

22 Maret 2026 - 15:50 WIB

Sedih! Mau Lebaran, Sepeda Motor Milik Paijan di Pangandaran Diambil Orang

18 Maret 2026 - 15:46 WIB

Coko Run 100 Meter Meriahkan Malam di Banjar, Polres Dorong Energi Positif Generasi Muda

18 Maret 2026 - 11:39 WIB

Kapolres Cek Pospam Operasi Ketupat Lodaya 2026, di Jalur Wisata Pangandaran

17 Maret 2026 - 14:11 WIB

Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Siapkan 12 Shuttle Gratis 

17 Maret 2026 - 13:49 WIB

Trending di Daerah