Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Penyertaan Modal Rp 50 Juta Ke Bumdes Dipertanyakan

badge-check

Foto: ilustrasi by web

Banjar, LENSAPRIANGAN.COM – Carut marut pengelolaan keuangan Bumdes Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman menjadi sorotan sejumlah pihak. Padahal belum lama ini baru saja revitalisasi Bumdes di Desa Sukamukti selesai dilakukan.

Masalahan yang terjadi di Bumdes ini muncul ke permukaan terkait soal penyertaan modal sebesar Rp 50 juta. Penyertaan modal sebesar Rp 50 juta itu untuk usaha keripik jagung. Akan tetapi sejak anggaran tersebut digelontorkan hanya berjalan usaha keripik jagung tidak lama dan hari ini sudah tak berjalan. “Modalnya 50 juta sekarang sudah tidak jalan,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya Senin (9/9/2024)

Dengan tidak berjalannya usaha keripik jagung itu, ia meminta pihak Desa dalam hal ini Kepala Desa Sukamukti untuk melakukan evaluasi. Sudah sejauh mana dan apakah dari modal yang dikeluarkan sudah ada keuntungan atau justru rugi. “Kades harus evaluasi. Dari usaha itu untung apa rugi yang didapatkan,” tukasnya

Jika disitu nanti hasil evaluasi adanya kerugian negara ia meminta pihak aparat penegak hukum (APH) untuk turun langsung. Penyertaan modal ke Bumdes itu menurut dirinya riskan untuk disalahgunakan dengan dalih usaha ini itu.”Kalau ada kerugian negara nantinya APH saya minta turun,” pintanya

Kepala Desa Sukamukti Budi Haryono membenarkan adanya penyertaan modal sebesar Rp 50 juta ke Bumdes. Penyertaan modal itu digelontorkan ke Bumdes pada tahun 2023. Kata ia, usaha tersebut masih berjalan. “Iya, itu tahun 2023 untuk usaha keripik jagung,” akunya

Menurut Budi, uang sebesar Rp 50 juta itu digunakan untuk membeli mesin, peralatan dan bahan sebesar Rp 49 juta sesuai rinciannya. Budi mengaku sudah memanggil pihak – pihak yang terlibat dalam urusan ini mau seperti apa kedepannya. “Untuk keseluruhan sesuai rinciannya sekitar Rp 49 jutaan,” ungkapnya (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Kodim Pangandaran Pererat Kebersamaan Lewat Makan Bersama Warga

5 November 2026 - 12:46 WIB

Brigjen TNI Raja Beni Arifin Tinjau Langsung Progres TMMD ke-130 di Pangandaran

4 November 2026 - 19:12 WIB

Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Maspuah di Langkaplancar Pangandaran Kini Miliki Rumah Permanen 

4 November 2026 - 16:42 WIB

Solar Subsidi Bersubsidi Diduga untuk Alat Berat di Pangandaran, Pengawasan Jangan Tutup Mata

2 November 2026 - 16:04 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Perkuat Pondasi Rutilahu Milik Siti di Desa Mekarwangi

2 November 2026 - 13:58 WIB

Trending di Daerah