Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

PJU Tak Maksimal, Perindo Pangandaran Soroti Biaya Rp7 Miliar

badge-check


					Ilustrasi by web Perbesar

Ilustrasi by web

Pangandaran,LENSAPRIANGAN.COM – Politikus partai Perindo Pangandaran Jawa Barat, Cecep Nurhidayat menyoroti anggaran sebesar Rp 7 miliar pertahun untuk penerangan jalan umum (PJU).

Sebab, dia menilai banyak PJU di jalan raya Pangandaran mati permanen.

“Sangat disayangkan dan sangat kecewa,” ujar Cecep melalui pesan suara WhatsApp Minggu, (15/9/2024) malam.

Cecep yang juga ketua DPD partai Perindo Pangandaran mengaku miris melihat kondisi tersebut.

Ia menunjukkan contoh di jalan utama perbatasan yakni Sambong Pangandaran. Menurutnya, di jalan raya tersebut banyak PJU yang mati.

Padahal kata dia, belum lama proyek PJU baru dilaksanakan dengan anggaran yang sangat besar.

Melihat kondisi itu, Cecep pernah menanyakan masalah tersebut ke dinas perhubungan (Dishub) Pangandaran saat dirinya menjabat sebagai anggota DPRD Pangandaran periode 2019 – 2024 kemarin.

Cecep mengungkapkan, menurut keterangan Dishub Pangandaran, bahwasanya untuk penanggulangan, perbaikan dan pemeliharaan PJU tersebut ranahnya di pusat. Sementara, waktu itu tidak ada anggaranya.

Padahal sepengetahuannya, anggaran penerangan PJU ini ditanggung perbulannya oleh masyarakat. Bahkan ia melihat anggaran untuk PJU se-Pangandaran sebesar Rp 7 miliar.

“Tapi sayangnya kenapa penerangan di jalan umum, khususnya jalur wisata ini yang ramai dengan hilirnya para wisatawan tidak maksimal malah banyak yang mati,” ujarnya.

Menurut Cecep, minimnya PJU menjadi keluhan wisatawan luar daerah yang berkunjung ke Pangandaran. Keluhan itu disampaikan wisatawan dari Bandung dan luar daerah lain kepada dirinya.

Dia juga mengklaim masalah tersebut pemicu terjadinya kecelakaan di kabupaten Pangandaran semakin meningkat.

Oleh sebab itu, dia meminta kepada anggota DPRD Pangandaran yang terpilih agar menyikapi maslahah ini dengan serius.

“Untuk anggota DPRD yang baru, tolong untuk penerangan ini di maksimalkan, karena seringkali banyak kecelakaan lalulintas di jalan raya ini, sampai banyak yang meninggal gara-gara kurang penerangan,” kata dia.

Hingga berita ini di tayangkan belum ada keterangan resmi dari Dishub Pangandaran (art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Kodim Pangandaran Pererat Kebersamaan Lewat Makan Bersama Warga

5 November 2026 - 12:46 WIB

Brigjen TNI Raja Beni Arifin Tinjau Langsung Progres TMMD ke-130 di Pangandaran

4 November 2026 - 19:12 WIB

Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Maspuah di Langkaplancar Pangandaran Kini Miliki Rumah Permanen 

4 November 2026 - 16:42 WIB

Solar Subsidi Bersubsidi Diduga untuk Alat Berat di Pangandaran, Pengawasan Jangan Tutup Mata

2 November 2026 - 16:04 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Perkuat Pondasi Rutilahu Milik Siti di Desa Mekarwangi

2 November 2026 - 13:58 WIB

Trending di Daerah