Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPGĀ  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Daerah

Jurnalis di Kota Banjar Alami Kekerasan Diduga Dilakukan Preman

badge-check


					Ilustrasi by web Perbesar

Ilustrasi by web

Banjar, LENSAPRIANGAN.COM – Jurnalis Tabloid Pamor di wilayah Kota Banjar, Yulianto (31) menjadi korban penganiayan yang diduga dilakukan oleh seorang preman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi kekerasan tersebut saat Yulianto (korban) melakukan kerja jurnalistik bersama rekan satu profesinya, Cecep Herdi pada Jumat (4/10/2024) lalu.

Kala itu, korban tengah melakukan tugas investigasi terkait kasus dugaan pekerjaan infrastruktur fiktif di SMPN 5 Kota Banjar.

Cecep menceritakan, sebelum aksi kekerasan terhadap rekannya terjadi, ia bersama korban tengah melakukan tugas investigasi dugaan kasus pembangunan fiktif di SMPN 5 Kota Banjar.

Ketika dirinya melakukan investigasi, pihaknya meminta penguatan informasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banjar Kaswad.

Cecep dan korban meminta waktu untuk wawancara kepada Kaswad. Mereka pun bertemu di salah satu sekolah lainnya.

Namun saat di konfirmasi, Kaswad menyebut tidak mengetahui pekerjaan tersebut. Bahkan menurut Kaswad, saat ini belum ada alokasi anggaran untuk pekerjaan tersebut.

 

“Jadi dua minggu sebelum kejadian, saya dan Yulianto melakukan investigasi dugaan pekerjaan fiktif. Setelah data terkumpul, baik dari lapangan, pihak ketiga dan pihak-pihak terkait, terus kami ingin wawancara pak Kadisdik,” kata Cecep Selasa, (8/10/2024).

“Saat kami bertemu, pak kadis menelpon pihak ketiga untuk datang. Namun saat itu yang datang malah orang lain yang katanya mewakili pihak ketiga namanya Ifan (pelaku kekerasan terhadap jurnalis),” sambungnya.

Namun, Ketika ia dan korban mewawancarai Kaswad, perwakilan pihak ketiga itu terus berupaya menghalangi tugas jurnalis.

“Jadi saat kami bertanya kepada pak kadis, dia terus bicara tanpa kami ketahui kapasitas dia itu apa. Karena kondisi seperti itu, Yulianto menegaskan kepada Ifan untuk diam, karena yang berkompeten menjawab itu pak kadis,” sambungnya.

 

Karena merasa tersinggung, pelaku berdiri dan terjadi adu mulut dengan korban hingga keluar kekerasan verbal terhadap korban.

Setelah merasa kondisi mulai tidak nyaman dan informasi yang dicari tidak didapat, korban pergi sendirian meninggalkan tempat itu.

 

“Pelaku sempat mengejar, tapi tidak lama kemudian datang lagi ke ruangan tempat saya, dan korban wawancara pak kadisdik, sambil meminta saya untuk menyampaikan kepada Yulianto bahwa pelaku akan mencarinya,”ujarnya.

Poto: korban saat menunjukkan Lokasi kejadian kekerasan

Setelah kejadian itu, korban sering cerita bahwa dirinya mengaku sering mengalami peneroran.

Dua pekan setelah kejadian itu, korban memantau kembali sekolah yang dibongkar pada Jumat (4/10/) lalu, saat itu korban bertemu dengan pelaku.

 

“Pada jumat kemarin ketika Yulianto ini melanjutkan tugas jurnalistiknya untuk memantau sekolah yang dibongkar, korban bertemu kembali dengan irfan di sebuah warung dekat sekolah. Saat itu Ifan dan Yulianto tidak ada komunikasi apapun selama 30 menit,” paparnya.

 

Akan tetapi, saat Yulianto meninggalkan lokasi kejadian, tiba-tiba pelaku menahannya lalu menarik korban hingga jatuh dan memukulinya.

“Setelah mengalami kekerasan, Yulianto yang saat itu sendirian menelpon saya dan menceritakan kekerasan yang dialaminya. Kami pun melaporkam kejadian ini ke pihak kepolisian,” kata Cecep.

 

Sementara itu, Kapolres Banjar, AKBP Danny Yulianto membenarkan adanya laporan kekerasan terhadap jurnalis di wilayah hukumnya. Ia mengatakan akan menindak tegas orang-orang yang telah melanggar hukum.

“Iya laporan kekerasan terhadap rekan jurnalos ada ke kami. Saat ini kami sedang menindak lanjutinya. Kami pastikan persoalan ini akan di tindak lanjuti sampai tuntas,” pungkasnya (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Momen Perpisahan Sekda Kusdiana, Disdikpora Pangandaran Datang Koboy Lengkap dengan Kudanya

6 Mei 2026 - 10:23 WIB

Purna Tugas, Kominfo Pangandaran Siarkan Langsung Perpisahan Sekda Kusdiana

6 Mei 2026 - 10:01 WIB

IJTI: Jangan Korbankan Jurnalis, Selamatkan Pilar Keempat Demokrasi

2 Mei 2026 - 18:04 WIB

Lapas Kelas IIB Ciamis Dorong Kreativitas Warga Binaan Lewat Pojok Musik

30 April 2026 - 20:48 WIB

Baksos Anggota DPR Ida Nurlaela Bersama Hesti Mulyati Bangun Kembali Rumah Terdampak Bencana di Pangandaran

30 April 2026 - 18:27 WIB

Trending di Daerah