Menu

Mode Gelap
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput

Daerah

Jurnalis di Kota Banjar Alami Kekerasan Diduga Dilakukan Preman

badge-check


					Ilustrasi by web Perbesar

Ilustrasi by web

Banjar, LENSAPRIANGAN.COM – Jurnalis Tabloid Pamor di wilayah Kota Banjar, Yulianto (31) menjadi korban penganiayan yang diduga dilakukan oleh seorang preman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi kekerasan tersebut saat Yulianto (korban) melakukan kerja jurnalistik bersama rekan satu profesinya, Cecep Herdi pada Jumat (4/10/2024) lalu.

Kala itu, korban tengah melakukan tugas investigasi terkait kasus dugaan pekerjaan infrastruktur fiktif di SMPN 5 Kota Banjar.

Cecep menceritakan, sebelum aksi kekerasan terhadap rekannya terjadi, ia bersama korban tengah melakukan tugas investigasi dugaan kasus pembangunan fiktif di SMPN 5 Kota Banjar.

Ketika dirinya melakukan investigasi, pihaknya meminta penguatan informasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banjar Kaswad.

Cecep dan korban meminta waktu untuk wawancara kepada Kaswad. Mereka pun bertemu di salah satu sekolah lainnya.

Namun saat di konfirmasi, Kaswad menyebut tidak mengetahui pekerjaan tersebut. Bahkan menurut Kaswad, saat ini belum ada alokasi anggaran untuk pekerjaan tersebut.

 

“Jadi dua minggu sebelum kejadian, saya dan Yulianto melakukan investigasi dugaan pekerjaan fiktif. Setelah data terkumpul, baik dari lapangan, pihak ketiga dan pihak-pihak terkait, terus kami ingin wawancara pak Kadisdik,” kata Cecep Selasa, (8/10/2024).

“Saat kami bertemu, pak kadis menelpon pihak ketiga untuk datang. Namun saat itu yang datang malah orang lain yang katanya mewakili pihak ketiga namanya Ifan (pelaku kekerasan terhadap jurnalis),” sambungnya.

Namun, Ketika ia dan korban mewawancarai Kaswad, perwakilan pihak ketiga itu terus berupaya menghalangi tugas jurnalis.

“Jadi saat kami bertanya kepada pak kadis, dia terus bicara tanpa kami ketahui kapasitas dia itu apa. Karena kondisi seperti itu, Yulianto menegaskan kepada Ifan untuk diam, karena yang berkompeten menjawab itu pak kadis,” sambungnya.

 

Karena merasa tersinggung, pelaku berdiri dan terjadi adu mulut dengan korban hingga keluar kekerasan verbal terhadap korban.

Setelah merasa kondisi mulai tidak nyaman dan informasi yang dicari tidak didapat, korban pergi sendirian meninggalkan tempat itu.

 

“Pelaku sempat mengejar, tapi tidak lama kemudian datang lagi ke ruangan tempat saya, dan korban wawancara pak kadisdik, sambil meminta saya untuk menyampaikan kepada Yulianto bahwa pelaku akan mencarinya,”ujarnya.

Poto: korban saat menunjukkan Lokasi kejadian kekerasan

Setelah kejadian itu, korban sering cerita bahwa dirinya mengaku sering mengalami peneroran.

Dua pekan setelah kejadian itu, korban memantau kembali sekolah yang dibongkar pada Jumat (4/10/) lalu, saat itu korban bertemu dengan pelaku.

 

“Pada jumat kemarin ketika Yulianto ini melanjutkan tugas jurnalistiknya untuk memantau sekolah yang dibongkar, korban bertemu kembali dengan irfan di sebuah warung dekat sekolah. Saat itu Ifan dan Yulianto tidak ada komunikasi apapun selama 30 menit,” paparnya.

 

Akan tetapi, saat Yulianto meninggalkan lokasi kejadian, tiba-tiba pelaku menahannya lalu menarik korban hingga jatuh dan memukulinya.

“Setelah mengalami kekerasan, Yulianto yang saat itu sendirian menelpon saya dan menceritakan kekerasan yang dialaminya. Kami pun melaporkam kejadian ini ke pihak kepolisian,” kata Cecep.

 

Sementara itu, Kapolres Banjar, AKBP Danny Yulianto membenarkan adanya laporan kekerasan terhadap jurnalis di wilayah hukumnya. Ia mengatakan akan menindak tegas orang-orang yang telah melanggar hukum.

“Iya laporan kekerasan terhadap rekan jurnalos ada ke kami. Saat ini kami sedang menindak lanjutinya. Kami pastikan persoalan ini akan di tindak lanjuti sampai tuntas,” pungkasnya (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta

20 Juni 2026 - 14:24 WIB

SPPG di Pangandaran Kembali Normal, Operasional Libur Sementara Ikuti Kalender Sekolah

20 Juni 2026 - 14:11 WIB

LBH Ansor Pangandaran Desak Investigasi Tumpahan Batu Bara, Harus Ada Pemulihan dan Penegakan Hukum

19 Juni 2026 - 16:52 WIB

Resmikan Jalan Jembatan Cantilan, Ida Nurlaela Dorong Konektivitas Pangandaran–Tasikmalaya dan Akses Ekonomi Warga

16 Juni 2026 - 14:11 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Banjar Bagikan 150 Paket Sembako untuk Pengemudi Becak

15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Daerah