Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Siswa SD di Kalipucang Pangandaran Jadi Korban Penipuan OTK

badge-check


					Siswa SD di Kalipucang Pangandaran Jadi Korban Penipuan OTK Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Empat SD di wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran didatangi  orang tidak dikenal (OTK)dan melakukan penipuan terhadap siswa.

Empat SD itu yakni, SD Negeri 1 Banjarharja, SD Negeri 1 Bagolo, SD Negeri 4 Putrapinggan, dan SD Negeri 3 Putrapinggan.

Kapolsek Kalipucang, AKP Iman Sudirman, membenarkan, adanya kejadian penipuan atau penggelapan terhadap siswa SD yang terjadi di 4 SD di wilayah hukumnya.

“Pertama, yang terjadi di SDN 1 Banjarharja. Dan terjadi saat jam istirahat sekolah pukul 09.00 WIB, saat ketiga korban berada di dalam ruangan kelas,” katanya, Selasa (15/4/2025).

Saat berada di ruangan kelas, kemudian ditemui oleh seorang pria yang masuk ke dalam kelas mengaku sebagai guru baru.

“Pria itu meminta korban menyerahkan perhiasannya untuk dikumpulkan di ruang guru. Sehingga, korban menurutinya,” ungkap Iman.

Korban bernama Ina Kelas 1 SD mengalami kerugian berupa kalung emas 4 gram, cincin emas 1 gram, gelang emas 3 gram.

Kemudian korban bernama Airin kelas 1 SD kerugian barang berupa kalung emas 3 gram, dan korban bernama Desai kelas 1 SD berupa kalung emas.

Kedua, terjadi di SDN 1 Bagolo. Pada Selasa 15 April 2025 pukul 07.30 WIB pelaku laki-laki masuk kedalam ruang kelas 3.

“Pelaku mengatakan akan ada razia dari kepolisian dan meminta agar para siswi menyerahkan perhiasannya. Korbannya bernama, Rasya Putri, dan Qisti,” katanya.

Ketiga, terjadi di SDN 4 Putrapinggan. Pada Selasa tanggal 15 April 2025 pukul 07.08 WIB, ada seorang pria mengaku sebagai guru baru.

“Dia langsung masuk area sekolah menemui siswi bernama Najwa dan meminta perhiasan cincin dengan alsan akan ada Razia,” papar Iman.

Keempat, terjadi di SDN 3 Putrapinggan. Pada Selasa 15 Apri 2025 pukul 06.45 WIB pelaku seorang pria menemui korban diruang kelas.

“Pelaku mengaku sebagai guru baru dan meminta perhiasan kalung milik siswi bernama Sahila dengan alasan akan ada razia kepolisian,” jelasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Kodim Pangandaran Pererat Kebersamaan Lewat Makan Bersama Warga

5 November 2026 - 12:46 WIB

Brigjen TNI Raja Beni Arifin Tinjau Langsung Progres TMMD ke-130 di Pangandaran

4 November 2026 - 19:12 WIB

Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Maspuah di Langkaplancar Pangandaran Kini Miliki Rumah Permanen 

4 November 2026 - 16:42 WIB

Solar Subsidi Bersubsidi Diduga untuk Alat Berat di Pangandaran, Pengawasan Jangan Tutup Mata

2 November 2026 - 16:04 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Perkuat Pondasi Rutilahu Milik Siti di Desa Mekarwangi

2 November 2026 - 13:58 WIB

Trending di Daerah