Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Daerah

Dugaan Korban Bullying di Padaherang Pangandaran, Begini Kata Beberapa Narasumber

badge-check


					Poto: ilustrasi Perbesar

Poto: ilustrasi

LENSAPRIANGAN.COM – Beredar informasi seorang siswa SMP di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dikabarkan meninggal dunia setelah menjadi korban bullying.

Seorang siswa SMP ini berinisial MF (13) dan sebelumnya bersekolah di SMP di, Kecamatan Padaherang. MF dikabarkan meninggal dunia Kamis 29 Mei 2025.

Beberapa minggu kebelakang, MF ditangani tim medis di Puskesmas Padaherang dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Pandega dan kembali dirujuk ke RSUD Margono Kabupaten Banyumas.

Meninggalnya MF sempat menjadi satu pertanyaan dan perbincangan sejumlah warga di Kabupaten Pangandaran. Terutama, pengguna media sosial.

Pasalnya, di beberapa akun Facebook banyak menyebut sebelum meninggal dunia MF mengalami dugaan bullying oleh sejumlah teman di sekolahnya.

Atas dasar informasi itu, pada Jumat (30/5/2025) sejumlah jurnalis mendatangi keluarga MF di Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang. Saat didatangi, keluarga MF enggan memberikan komentar.

“Yang sudah mah sudah lah, tidak mau diperpanjang,” kata satu keluarga MF di halaman rumah kecilnya yang sudah berdiri tenda untuk orang tahlilan.

Kepala Desa Karangmulya, Wahyuman, mengatakan, sebelum meninggal dunia, MF sempat dirawat sekitar dua Minggu.

“Mengenai informasi itu (bullying) mah memang selentingan ada. Tapi, saya tidak bisa menjelaskan karena belum ada data yang kongkrit,” ungkapnya.

Kepala Bidang SMP di Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Supri, mengaku, sudah menerima informasi terkait satu anak didik kelas 7 SMP yang meninggal dunia.

“Informasi dari teman-teman guru, itu anak (MF) sebelumnya sakit. Tadi malam, saya sudah memanggil beberapa orang guru untuk meminta klarifikasi,” tegasnya.

Jadi, kata dia, tidak ada informasi kuat yang mengatakan bahwa sebelumnya MF sempat mengalami bullying.

“Informasi dari sekolah, tidak ada kejadian bullying berupa pemukulan dan lainnya. Itu tidak ada informasi ke arah sana,” kata Supri. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah