Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Dugaan Korban Bullying di Padaherang Pangandaran, Begini Kata Beberapa Narasumber

badge-check


					Poto: ilustrasi Perbesar

Poto: ilustrasi

LENSAPRIANGAN.COM – Beredar informasi seorang siswa SMP di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dikabarkan meninggal dunia setelah menjadi korban bullying.

Seorang siswa SMP ini berinisial MF (13) dan sebelumnya bersekolah di SMP di, Kecamatan Padaherang. MF dikabarkan meninggal dunia Kamis 29 Mei 2025.

Beberapa minggu kebelakang, MF ditangani tim medis di Puskesmas Padaherang dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Pandega dan kembali dirujuk ke RSUD Margono Kabupaten Banyumas.

Meninggalnya MF sempat menjadi satu pertanyaan dan perbincangan sejumlah warga di Kabupaten Pangandaran. Terutama, pengguna media sosial.

Pasalnya, di beberapa akun Facebook banyak menyebut sebelum meninggal dunia MF mengalami dugaan bullying oleh sejumlah teman di sekolahnya.

Atas dasar informasi itu, pada Jumat (30/5/2025) sejumlah jurnalis mendatangi keluarga MF di Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang. Saat didatangi, keluarga MF enggan memberikan komentar.

“Yang sudah mah sudah lah, tidak mau diperpanjang,” kata satu keluarga MF di halaman rumah kecilnya yang sudah berdiri tenda untuk orang tahlilan.

Kepala Desa Karangmulya, Wahyuman, mengatakan, sebelum meninggal dunia, MF sempat dirawat sekitar dua Minggu.

“Mengenai informasi itu (bullying) mah memang selentingan ada. Tapi, saya tidak bisa menjelaskan karena belum ada data yang kongkrit,” ungkapnya.

Kepala Bidang SMP di Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Supri, mengaku, sudah menerima informasi terkait satu anak didik kelas 7 SMP yang meninggal dunia.

“Informasi dari teman-teman guru, itu anak (MF) sebelumnya sakit. Tadi malam, saya sudah memanggil beberapa orang guru untuk meminta klarifikasi,” tegasnya.

Jadi, kata dia, tidak ada informasi kuat yang mengatakan bahwa sebelumnya MF sempat mengalami bullying.

“Informasi dari sekolah, tidak ada kejadian bullying berupa pemukulan dan lainnya. Itu tidak ada informasi ke arah sana,” kata Supri. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemarau Picu Krisis Air Bersih, Kapolres Banjar Salurkan 10.000 Liter Air untuk Warga

5 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Pengelola Kebun Durian di Kedungwuluh Pangandaran Sulap Lahan Tidak Produktif ‎

5 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Grand Palma Pangandaran Rayakan HUT ke-3, Perkuat Konsep Syariah dan Targetkan Ekspansi

31 Juli 2026 - 21:50 WIB

Akhirnya, Tiga Anak Pemulung Asal Bekasi Dapat Perhatian Disdikpora Pangandaran, PGRI, dan BAZNAS

31 Juli 2026 - 18:01 WIB

Antara Guru dan AI: Peran Pendidik Tetap Tak Tergantikan di Era Kecerdasan Artifisial

30 Juli 2026 - 10:07 WIB

Trending di News