Menu

Mode Gelap
Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar

Daerah

Antisipasi LSL dan LGBT Pelajar, Disdikpora Pangandaran Minta Pengawasan Ketat

badge-check


					Antisipasi LSL dan LGBT Pelajar, Disdikpora Pangandaran Minta Pengawasan Ketat Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Antisipasi perilaku menyimpang Laki Suka LAki (LSL) dan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran meminta kesadaran orang tua murid untuk sama- sama mengedukasi anaknya.

Dalam hal itu, pihaknya dari Disdikpora Kabupaten Pangandaran menyatakan perang terhadap LSL dan LGBT.

“Saya tidak menyatakan ada siswa di Kabupaten Pangandaran yang terjangkit HIV Aids didominasi LSL, itu saya belum tahu. Cuman, kami dari Dinas pendidikan mengantisipasi hal itu dan kami nyatakan perang,” kata Soleh Supriadi Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Jumat (21/11/2025).

“Jangan sampai nanti, generasi muda di Pangandaran, generasi yang dipersiapkan untuk masa depan malah terbawa arus negatif,” tegasnya.

Untuk antisipasi, dia mengaku sudah berkolaborasi dengan instansi terkait di Kabupaten Pangandaran.

“Kita juga perintahkan kepada semua stakeholder yang berada di pendidikan baik kepala sekolah ataupun pejabat,” ungkap Soleh.

Agar nanti bisa mensosialisasikan dan lebih mengedukasi kepada masyarakat terkait adanya fenomena LSL dan LGBT yang kini beredar di media sosial.

Dia berharap, nanti kedepan fenomena hal tersebut tidak terjadi kepada pelajar di Kabupaten Pangandaran.

“Saya harap masyarakat khususnya orang tua siswa atau pelajar, mari kita bersama- sama untuk menjaga, membimbing, juga mengedukasi anak-anak kita,” harapnya.

Dengan keterbatasan waktu dan sebagainya, diharapkan semuanya bisa memahami dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada para pelajar.

Terutama dalam bermedia sosial. Karena, di era digital sekarang menuntut peserta didik untuk belajar dan tentunya memahami ITE.

“Tapi, sisi lain ITE juga ada hal yang harus adanya pengawasan ketat dari orang tua dan masyarakat pada umumnya. Agar, penggunaan Medsos di kalangan pelajar itu bisa bijak dan ada batas – batasnya,” tegasnya.

Soleh pun mengaku sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti, MKKS, Korwil, K3S, PGRI, Puskesmas, dan lainn untuk upaya pencegahan perilaku itu.

“Agar, kedepan ada langkah nyata di masing – masing Kecamatan, kolaborasi antara Dinkes, Disdik, dan stakeholder yang ada di Kecamatan untuk bisa mengedukasi di setiap sekolah – sekolah khususnya SMP untuk mengantisipasi hal tersebut,” paparnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Pangandaran Air Show 2026, Kapolda Jabar Dorong Sinergi Pengamanan Event Nasional

5 September 2026 - 17:30 WIB

Kapolda Jabar Datang ke Banjar, Soroti Pelayanan Publik dan Apresiasi Kinerja Polres

5 September 2026 - 10:23 WIB

Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

3 September 2026 - 18:27 WIB

PMII Soroti Hibah 30 Hektare Lahan ISBI, SKPD Pangandaran Menjerit, Defisit dan IPM Masih PR

27 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Fraksi PDIP Minta Pemda Pangandaran Kaji Ulang Hibah 30 Hektare untuk ISBI Bandung

27 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Trending di Daerah