Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Antisipasi LSL dan LGBT Pelajar, Disdikpora Pangandaran Minta Pengawasan Ketat

badge-check


					Antisipasi LSL dan LGBT Pelajar, Disdikpora Pangandaran Minta Pengawasan Ketat Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Antisipasi perilaku menyimpang Laki Suka LAki (LSL) dan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran meminta kesadaran orang tua murid untuk sama- sama mengedukasi anaknya.

Dalam hal itu, pihaknya dari Disdikpora Kabupaten Pangandaran menyatakan perang terhadap LSL dan LGBT.

“Saya tidak menyatakan ada siswa di Kabupaten Pangandaran yang terjangkit HIV Aids didominasi LSL, itu saya belum tahu. Cuman, kami dari Dinas pendidikan mengantisipasi hal itu dan kami nyatakan perang,” kata Soleh Supriadi Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Jumat (21/11/2025).

“Jangan sampai nanti, generasi muda di Pangandaran, generasi yang dipersiapkan untuk masa depan malah terbawa arus negatif,” tegasnya.

Untuk antisipasi, dia mengaku sudah berkolaborasi dengan instansi terkait di Kabupaten Pangandaran.

“Kita juga perintahkan kepada semua stakeholder yang berada di pendidikan baik kepala sekolah ataupun pejabat,” ungkap Soleh.

Agar nanti bisa mensosialisasikan dan lebih mengedukasi kepada masyarakat terkait adanya fenomena LSL dan LGBT yang kini beredar di media sosial.

Dia berharap, nanti kedepan fenomena hal tersebut tidak terjadi kepada pelajar di Kabupaten Pangandaran.

“Saya harap masyarakat khususnya orang tua siswa atau pelajar, mari kita bersama- sama untuk menjaga, membimbing, juga mengedukasi anak-anak kita,” harapnya.

Dengan keterbatasan waktu dan sebagainya, diharapkan semuanya bisa memahami dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada para pelajar.

Terutama dalam bermedia sosial. Karena, di era digital sekarang menuntut peserta didik untuk belajar dan tentunya memahami ITE.

“Tapi, sisi lain ITE juga ada hal yang harus adanya pengawasan ketat dari orang tua dan masyarakat pada umumnya. Agar, penggunaan Medsos di kalangan pelajar itu bisa bijak dan ada batas – batasnya,” tegasnya.

Soleh pun mengaku sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti, MKKS, Korwil, K3S, PGRI, Puskesmas, dan lainn untuk upaya pencegahan perilaku itu.

“Agar, kedepan ada langkah nyata di masing – masing Kecamatan, kolaborasi antara Dinkes, Disdik, dan stakeholder yang ada di Kecamatan untuk bisa mengedukasi di setiap sekolah – sekolah khususnya SMP untuk mengantisipasi hal tersebut,” paparnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisatawan Asal Bandung yang Terseret Arus di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal Dunia

20 Juli 2026 - 11:36 WIB

Kornologis Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat Satu Masih Dicari

18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Satu Masih Dalam Pencarian

17 Juli 2026 - 21:22 WIB

Dua Penyandang Disabilitas Wakili Polres Pangandaran pada Lomba Melukis

17 Juli 2026 - 17:05 WIB

JPKP Pangandaran Jalin Sinergi dengan Kodim 0625, Siapkan Kolaborasi Program untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Trending di Daerah