Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Headline

FGD Tim Ekspedisi Patriot dan Pemkab Simeulue Rumuskan Arah Baru Pengembangan Kawasan Transmigrasi

badge-check


					FGD Tim Ekspedisi Patriot dan Pemkab Simeulue Rumuskan Arah Baru Pengembangan Kawasan Transmigrasi Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Upaya perkuat kawasan transmigrasi di Kabupaten Simeulue, Aceh memasuki tahap strategis melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) antara tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi dan Pemerintah Kabupaten Simeulue, Senin (1/12/2025) di Gedung Bappeda Simeulue.

Kegiatan ini melibatkan lima tim mahasiswa dari perguruan tinggi terkemuka seperti Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Indonesia (UI).

Kemudian Universitas Diponegoro (Undip), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang selama ini melakukan pendampingan dan penelitian langsung di kawasan transmigrasi setempat.

Sebagai informasi, Tim Ekspedisi Patriot adalah tim dari perguruan tinggi nasional yang bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi untuk melakukan riset dan pembangunan di kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.

Tim ini terdiri dari dosen, peneliti, dan mahasiswa yang bertugas memetakan potensi wilayah, mengidentifikasi komoditas unggulan, dan merumuskan strategi pengembangan kawasan agar transmigrasi bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

FGD tersebut menjadi ajang konsolidasi data, evaluasi, sekaligus penyusunan arah pengembangan dua kawasan transmigrasi utama, yaitu Latiung dan Sigulai.

Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari evaluasi kondisi kawasan, komoditas unggulan, penguatan kelembagaan, hingga rekomendasi pembangunan sosial-ekonomi bagi transmigran dan masyarakat lokal.

Menurut Abimanyu Ksatria, perwakilan tim Ekspedisi Patriot, FGD ini menjadi momentum penting untuk menyatukan perspektif lapangan dengan kebutuhan pemerintah daerah.

Kerja kolaboratif ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan berbasis data.

“Kehadiran Bupati Simeulue yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir menegaskan komitmen daerah dalam menjadikan transmigrasi sebagai salah satu motor penggerak pembangunan wilayah.”

“Dukungan para kepala dinas semakin memperkaya analisis dan memastikan keselarasan dengan program daerah,” paparnya.

Seluruh rangkaian diskusi berjalan lancar dan produktif. 

Para peserta dari perguruan tinggi menyampaikan temuan lapangan secara rinci, sementara perangkat daerah menyiapkan tindak lanjut dalam kerangka perencanaan pembangunan.

Sinergi antara Pemkab Simeulue dan tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi ini menjadi langkah nyata menuju kawasan transmigrasi yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Hasil FGD ini nantinya akan menjadi pijakan penting dalam perumusan kebijakan pembangunan Simeulue di masa mendatang,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Casabadia Villas Gelar Throwdown Manual Brew, Dorong Kualitas Kedai Kopi Pangandaran

27 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Anggaran Mentok Rp 42 Juta, Hanya 11 dari 21 Atlet Disabilitas dari Pangandaran Bisa Berangkat pada Peparda Jabar VII 

27 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pangandaran Turun ke Jalan Raya 

26 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Dermawan Misterius Bagikan Beras dan Uang ke Warga Kurang Mampu di Kalipucang Pangandaran

26 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Renovasi Dapur Tak Dikerjakan, Warga Padaherang Pangandaran Mengaku Rugi Rp 10 Juta

25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Trending di Daerah