Menu

Mode Gelap
Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025 Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Casabadia Villas & Hotel Pangandaran by Horison Hadirkan Konsep Villa dan Hotel Tropical Lifestyle Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bangkit, Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global Korban Banjir di Maruyungsari Pangandaran Alami Gejala Sakit, Puskesmas Padaherang Turun ke Lapangan

Daerah

Tangis Titin Pecah, Cita-cita Siti Aulia Ingin Bangun Rumah di Pangandaran

badge-check


					Tangis Titin Pecah, Cita-cita Siti Aulia Ingin Bangun Rumah di Pangandaran Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Tangis Titin Suryatin (57) pecah saat mengenang cita-cita anak asuhnya bernama Siti Aulia Marlina (14).

Dengan suara bergetar, perempuan lanjut usia itu menceritakan keinginan Siti yang sederhana tapi penuh makna.

Keinginannya, ingin membangunkan rumah agar orang tua angkatnya tak lagi tinggal di kontrakan.

Siti merupakan anak asuh Titin Suryatin dan Pendi. Sejak berusia satu bulan, Siti Aulia sudah diasuh oleh pasangan itu.

Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana di Dusun Haurseah, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Keinginan Siti Aulia untuk membangunkan rumah sering disampaikan kepada Titin.

Harapan itu muncul dari kepeduliannya terhadap kondisi orang tua angkat yang kini belum memiliki tempat tinggal sendiri.

“Dia pernah bilang ingin membahagiakan kami, ingin membangunkan rumah supaya kami tidak terus-terusan ngontrak,” katanya, Jumat (30/1/2026).

Bagi Titin, cita-cita itu terasa begitu tinggi. Di usianya yang kian renta, membangun rumah menjadi sesuatu yang sulit dibayangkan bisa terwujud.

Meski demikian, Ia tidak henti-hentinya mendoakan agar Siti Aulia kelak sukses dan mampu meraih impiannya.

“Kalau bagi saya, membangun rumah itu berat. Tapi saya selalu berdoa, mudah- mudahan neng Siti Aulia bisa berhasil dan sukses,” ucapnya.

Titin pun menggambarkan Siti Aulia sebagai anak yang rajin dan terbiasa hidup prihatin.

Sejak kecil, Siti sudah terbiasa membantu orang tua angkatnya bekerja di sawah, terutama saat musim panen tiba.

“Dia sering ikut gacong (panen padi). Dari kecil sampai sekarang. Jadi memang sudah biasa hidup susah,” ungkap Titin.

Tak hanya membantu di sawah, di waktu senggang Siti juga kerap mencari barang bekas atau rongsok untuk dijual. Hasil penjualan rongsok itu digunakan untuk membeli jajan dan beras.

“Kadang suka cari rongsok. Dia yang megang karung, saya yang nyari ke tempat sampah,” ujarnya mengenang kebiasaan anak asuhnya itu.

Di tengah keterbatasan hidup, secercah harapan kini datang untuk Siti Aulia.

Polres Pangandaran memberikan perhatian khusus terhadap kelangsungan pendidikannya.

“Alhamdulillah sekarang ada bantuan dari Kapolres Pangandaran. Saya benar-benar berterima kasih. Semoga rezeki dilancarkan, melebihi apa yang sudah diberikan kepada Siti Aulia,” ungkapnya.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menyatakan, siap membantu seluruh biaya pendidikan Siti di SMK Pasundan Cijulang.

Tidak hanya itu, Ikrar juga menyatakan kesiapannya untuk mengangkat Siti Aulia sebagai anak angkat Polres Pangandaran. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan

3 Februari 2026 - 20:31 WIB

Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

3 Februari 2026 - 15:26 WIB

Bau Menyengat, PHRI Bantah Limbah di Pantai Pangandaran dari Hotel

3 Februari 2026 - 12:49 WIB

Polres Banjar Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Wujudkan Lalu Lintas Tertib

2 Februari 2026 - 20:34 WIB

Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran

2 Februari 2026 - 12:36 WIB

Trending di Bisnis