Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Bisnis

Dukung Program MBG, Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Sayuran Selada

badge-check


					Dukung Program MBG, Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Sayuran Selada Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sejumlah petani di Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran menanam sayuran selada secara mandiri.

Inisiatif ini dilakukan sebagai satu upaya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

Berbekal hasil urunan modal, para petani memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam selada dengan sistem hidroponik.

Penanaman sudah dimulai sejak awal Januari 2026, dengan harapan hasil panen nantinya dapat memasok kebutuhan dapur MBG di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Seorang petani Desa Ciganjeng, Tahmo (50), mengatakan proses penanaman salada diawali dari penyemaian bibit selama 14 hari.

Kemudian memindahkan tanaman salada itu ke lahan yang sudah disiapkan sampai membutuhkan waktu sekitar 30 hari hingga siap panen.

“Modal awal yang kami kumpulkan sekitar Rp 11 juta. Itu hasil urunan bersama, ada yang menyimpan Rp 2 juta, Rp 1 juta, bahkan ada juga yang Rp 200 ribu,” katanya di tempat tanaman salada Hidroponik, Rabu (4/2/2026).

 

Dengan modal itu, para petani menanam sekitar 2.000 pohon salada. Tapi jumlah itu, dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasokan untuk program MBG.

“Untuk tanaman selada sekarang baru 2.000 pohon. Itu juga masih belum mencukupi kebutuhan,” kata Tahmo.

Dalam proses budidaya, para petani menggunakan sistem hidroponik sederhana dengan media paralon berdiameter dua inci.

Metode ini dipilih karena lebih efisien dan cocok diterapkan di lahan pekarangan rumah warga.

Sayuran selada yang ditanam, direncanakan akan disuplai langsung ke SPPG untuk memenuhi kebutuhan sayuran segar dalam program MBG.

Melalui program MBG, Tahmo berharap, para petani lokal tidak hanya menjadi penonton, tapi dapat terlibat aktif dan merasakan manfaat langsung dari program pemerintah tersebut.

“Kami sebagai petani tidak ingin cuma nonton. Kami ingin ikut berkontribusi dan mendukung program Presiden,” ungkapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah