Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPGĀ  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Bisnis

Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Investasi Bodong, Ini Klarifikasi MBA

badge-check


					Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Investasi Bodong, Ini Klarifikasi MBA Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) MBA Indonesia, Daniel John Yardeley , menyampaikan perkembangan terbaru mengenai proses aktivasi akun kerja dan verifikasi Know Your Customer (KYC) yang tengah berlangsung bagi para karyawan MBA di Indonesia, Selasa 10/2/2026.

Dalam keterangannya, Daniel menjelaskan bahwa batas waktu yang sebelumnya ditetapkan hampir berakhir.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 1,34 juta karyawan telah berhasil mengaktifkan akun kerja mereka dan menyelesaikan proses verifikasi KYC.

Namun demikian, masih terdapat jutaan karyawan lain yang belum dapat menuntaskan proses tersebut.

Menurut laporan yang diterima dari para manajer perekrutan, sejumlah karyawan belum berhasil melakukan aktivasi karena waktu yang diberikan dinilai cukup singkat.

Sebagian karyawan disebut menghadapi keterbatasan dana untuk membayar biaya aktivasi sehingga harus meminta bantuan keluarga maupun teman sebelum bisa menyelesaikan tahapan verifikasi.

Bahwa MBA Indonesia saat ini memiliki lebih dari 3 juta karyawan online, jumlah yang sangat besar.

Pihak perusahaan MBA pun telah menyampaikan kondisi yang dihadapi para karyawan tersebut kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta mengajukan permohonan penambahan waktu, Tutur, Daniel saat penyampain di whatsapp grup MBA, Pangandaran.

ā€œSetelah dilakukan permohonan, BSSN menyetujui untuk memberikan tambahan waktu selama 24 jam kepada kantor cabang MBA di Indonesia agar seluruh karyawan dapat menyelesaikan proses verifikasi KYC,ā€ ujarnya.

Perusahaan, lanjut Daniel, memahami bahwa mayoritas karyawannya berasal dari lapisan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan stabil.

Di sisi lain, perusahaan juga membutuhkan dukungan para karyawan untuk menyelesaikan berbagai tugas dan pesanan yang ada.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keamanan data siber. Dalam ekosistem bisnis digital yang berkembang pesat, keamanan siber tidak hanya berkaitan dengan operasional perusahaan, tetapi juga berdampak langsung terhadap keamanan ekonomi negara, ketertiban sosial, serta kepercayaan publik.

Daniel mengimbau para karyawan yang belum mengaktifkan akun agar segera memanfaatkan tambahan waktu 24 jam yang telah diberikan.

ā€œSaya berharap semua pihak dapat menggunakan kesempatan terakhir ini untuk menyelesaikan aktivasi akun dan verifikasi KYC, sehingga kita dapat terus bekerja di MBA dan bersama-sama menjaga stabilitas lingkungan siber negara,ā€ kata Daniel.

Bahwa terkait berbagai persoalan yang belakangan dihadapi karyawan, pihaknya akan memberikan penjelasan secara bertahap agar seluruh informasi dapat diterima dengan jelas. (Efull)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lama Tak Terlihat, Wakil Bupati Pangandaran Resmi Masuk PSI

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Sosok Yahya di Cimerak Pangandaran Sukses Usaha Tanaman Hias, Kini Tembus Pasar Jepang

26 Mei 2026 - 09:30 WIB

First Aid vs Grim Reaper, Mahasiswa Keperawatan Unpad Pangandaran Dukung Kesiapsiagaan Wisata Menjadi Pariwisata Kelas Dunia

23 Mei 2026 - 16:32 WIB

Mengenang Tragedi Mei 1998 di Rumah Perjuangan 145 Pangandaran

22 Mei 2026 - 19:05 WIB

Galian C Diduga Ilegal di Pangandaran Masih Beroperasi, Timbulkan Kerusakan Lingkungan

21 Mei 2026 - 13:40 WIB

Trending di Daerah