Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Daerah

Air Sumur Masih Kotor Pasca Banjir, Warga Dusun Anggaraksan Pangandaran Keluhkan Kesehatan

badge-check


					Air Sumur Masih Kotor Pasca Banjir, Warga Dusun Anggaraksan Pangandaran Keluhkan Kesehatan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Warga Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, masih mengeluhkan kondisi air sumur yang kotor.

Keluhan itu diungkapkan usai wilayah Dusun Anggaraksan terdampak banjir selama 15 hari pada awal 2026.

Sebelumnya, ketika hujan deras, dalam tiga tahun terakhir ini daerah Anggaraksan kerap dilanda banjir akibat kiriman air dari daerah lain dan jeleknya saluran pembuangan air.

Air sumur yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari terlihat berwarna kuning kehitaman dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebagian warga terpaksa tetap menggunakan air itu dengan cara menyaringnya terlebih dahulu dengan menggunakan saringan kain seadanya.

Kepala Dusun Anggaraksan, Kartim, mengatakan keluhan utama warga pasca banjir adalah kualitas air sumur yang belum kembali normal.

“Yang paling pertama itu air sumur. Kalau tidak salah, sumur itu selama 15 hari terendam banjir. Meski tidak langsung terendam, air banjir dari pekarangan rumah meresap ke dalam sumur,” ungkapnya, Kamis (5/3/2026).

Sebelumnya, warga pun sudah berupaya membersihkan sumur dengan cara mengurasnya hingga dua kali. Namun air yang dihasilkan tetap keruh dan berwarna kekuningan.

“Pokoknya warnanya hitam dan bau. Kita sudah nguras sumur sebanyak dua kali, bahkan pakai saringan, tapi tetap kuning dan kotor,” kata Kartim.

Selain masalah air bersih, Sejumlah warga juga mengeluhkan gangguan kesehatan setelah banjir surut.

Beberapa warga, terutama anak-anak, mengalami gatal-gatal, sakit perut, hingga diare.

“Keluhan lainnya sekarang penyakit gatal-gatal, sakit perut, apalagi bagi anak-anak. Terus mencret juga, apalagi sekarang bulan puasa,” ungkapnya.

Memang, banjir yang melanda Anggaraksan pada awal tahun ini berlangsung cukup lama, yakni sekitar 15 hari. Saat ini banjir baru surut sekitar tiga hari. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah