Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Air Sumur Masih Kotor Pasca Banjir, Warga Dusun Anggaraksan Pangandaran Keluhkan Kesehatan

badge-check


					Air Sumur Masih Kotor Pasca Banjir, Warga Dusun Anggaraksan Pangandaran Keluhkan Kesehatan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Warga Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, masih mengeluhkan kondisi air sumur yang kotor.

Keluhan itu diungkapkan usai wilayah Dusun Anggaraksan terdampak banjir selama 15 hari pada awal 2026.

Sebelumnya, ketika hujan deras, dalam tiga tahun terakhir ini daerah Anggaraksan kerap dilanda banjir akibat kiriman air dari daerah lain dan jeleknya saluran pembuangan air.

Air sumur yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari terlihat berwarna kuning kehitaman dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebagian warga terpaksa tetap menggunakan air itu dengan cara menyaringnya terlebih dahulu dengan menggunakan saringan kain seadanya.

Kepala Dusun Anggaraksan, Kartim, mengatakan keluhan utama warga pasca banjir adalah kualitas air sumur yang belum kembali normal.

“Yang paling pertama itu air sumur. Kalau tidak salah, sumur itu selama 15 hari terendam banjir. Meski tidak langsung terendam, air banjir dari pekarangan rumah meresap ke dalam sumur,” ungkapnya, Kamis (5/3/2026).

Sebelumnya, warga pun sudah berupaya membersihkan sumur dengan cara mengurasnya hingga dua kali. Namun air yang dihasilkan tetap keruh dan berwarna kekuningan.

“Pokoknya warnanya hitam dan bau. Kita sudah nguras sumur sebanyak dua kali, bahkan pakai saringan, tapi tetap kuning dan kotor,” kata Kartim.

Selain masalah air bersih, Sejumlah warga juga mengeluhkan gangguan kesehatan setelah banjir surut.

Beberapa warga, terutama anak-anak, mengalami gatal-gatal, sakit perut, hingga diare.

“Keluhan lainnya sekarang penyakit gatal-gatal, sakit perut, apalagi bagi anak-anak. Terus mencret juga, apalagi sekarang bulan puasa,” ungkapnya.

Memang, banjir yang melanda Anggaraksan pada awal tahun ini berlangsung cukup lama, yakni sekitar 15 hari. Saat ini banjir baru surut sekitar tiga hari. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Kodim Pangandaran Pererat Kebersamaan Lewat Makan Bersama Warga

5 November 2026 - 12:46 WIB

Brigjen TNI Raja Beni Arifin Tinjau Langsung Progres TMMD ke-130 di Pangandaran

4 November 2026 - 19:12 WIB

Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Maspuah di Langkaplancar Pangandaran Kini Miliki Rumah Permanen 

4 November 2026 - 16:42 WIB

Solar Subsidi Bersubsidi Diduga untuk Alat Berat di Pangandaran, Pengawasan Jangan Tutup Mata

2 November 2026 - 16:04 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Perkuat Pondasi Rutilahu Milik Siti di Desa Mekarwangi

2 November 2026 - 13:58 WIB

Trending di Daerah