Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Air Sumur Masih Kotor Pasca Banjir, Warga Dusun Anggaraksan Pangandaran Keluhkan Kesehatan

badge-check


					Air Sumur Masih Kotor Pasca Banjir, Warga Dusun Anggaraksan Pangandaran Keluhkan Kesehatan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Warga Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, masih mengeluhkan kondisi air sumur yang kotor.

Keluhan itu diungkapkan usai wilayah Dusun Anggaraksan terdampak banjir selama 15 hari pada awal 2026.

Sebelumnya, ketika hujan deras, dalam tiga tahun terakhir ini daerah Anggaraksan kerap dilanda banjir akibat kiriman air dari daerah lain dan jeleknya saluran pembuangan air.

Air sumur yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari terlihat berwarna kuning kehitaman dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebagian warga terpaksa tetap menggunakan air itu dengan cara menyaringnya terlebih dahulu dengan menggunakan saringan kain seadanya.

Kepala Dusun Anggaraksan, Kartim, mengatakan keluhan utama warga pasca banjir adalah kualitas air sumur yang belum kembali normal.

“Yang paling pertama itu air sumur. Kalau tidak salah, sumur itu selama 15 hari terendam banjir. Meski tidak langsung terendam, air banjir dari pekarangan rumah meresap ke dalam sumur,” ungkapnya, Kamis (5/3/2026).

Sebelumnya, warga pun sudah berupaya membersihkan sumur dengan cara mengurasnya hingga dua kali. Namun air yang dihasilkan tetap keruh dan berwarna kekuningan.

“Pokoknya warnanya hitam dan bau. Kita sudah nguras sumur sebanyak dua kali, bahkan pakai saringan, tapi tetap kuning dan kotor,” kata Kartim.

Selain masalah air bersih, Sejumlah warga juga mengeluhkan gangguan kesehatan setelah banjir surut.

Beberapa warga, terutama anak-anak, mengalami gatal-gatal, sakit perut, hingga diare.

“Keluhan lainnya sekarang penyakit gatal-gatal, sakit perut, apalagi bagi anak-anak. Terus mencret juga, apalagi sekarang bulan puasa,” ungkapnya.

Memang, banjir yang melanda Anggaraksan pada awal tahun ini berlangsung cukup lama, yakni sekitar 15 hari. Saat ini banjir baru surut sekitar tiga hari. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Grand Palma Pangandaran Rayakan HUT ke-3, Perkuat Konsep Syariah dan Targetkan Ekspansi

31 Juli 2026 - 21:50 WIB

Akhirnya, Tiga Anak Pemulung Asal Bekasi Dapat Perhatian Disdikpora Pangandaran, PGRI, dan BAZNAS

31 Juli 2026 - 18:01 WIB

Antara Guru dan AI: Peran Pendidik Tetap Tak Tergantikan di Era Kecerdasan Artifisial

30 Juli 2026 - 10:07 WIB

Manfaat Aplikasi Pronalin Cek, Bantu Ibu Hamil Kenali Risiko hingga Siapkan Persalinan Lebih Aman

28 Juli 2026 - 16:12 WIB

Milad ke 51, MUI Pangandaran Soroti Isu Keagamaan Sensitif, Lakukan Identifikasi dan Antisipasi Gesekan

27 Juli 2026 - 14:43 WIB

Trending di Daerah