LENSAPRIANGAN.COM – Nasib atlet disabilitas Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang akan berlaga pada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat VII 2026, dibayangi keterbatasan anggaran.
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran menegaskan anggaran untuk keberangkatan atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ke Peparda Jabar VII tidak bisa ditambah lagi.
Anggaran yang tersedia saat ini hanya Rp 42 juta. Dengan dana tersebut, Disdikpora memperkirakan hanya 11 dari total 21 atlet disabilitas yang bisa diberangkatkan ke ajang olahraga tingkat Jawa Barat itu.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Arman Danismaya, mengakui pihaknya kesulitan menambah anggaran karena pembahasan perubahan anggaran sudah disahkan.
“Pada intinya, bingung nambahannya. Karena kemarin dalam perubahan sudah ketuk palu,” ungkapnya, Selasa (27/10/2026).
Ia memastikan alokasi anggaran untuk atlet disabilitas tetap Rp42 juta.
Setelah dipotong pajak, dana itu dinilai cukup memberangkatkan sebagian atlet dengan kebutuhan dasar selama mengikuti pertandingan.
Menurutnya, anggaran itu sudah diperhitungkan untuk memenuhi kebutuhan jersey, konsumsi, penginapan hotel, hingga transportasi atlet.
Namun, ada kebutuhan yang belum terakomodasi, yakni uang saku atlet. Pasalnya, komponen tersebut tidak tersedia dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Dengan anggaran Rp42 juta, dari 21 atlet paling hanya 11 orang yang bisa ikut berangkat ke Peparda,” kata Arman.
Arman menilai memaksimalkan anggaran untuk memberangkatkan 11 atlet menjadi pilihan paling realistis dibandingkan memaksakan penambahan jumlah peserta dengan dana yang dinilai tidak mencukupi.
“Saya memaksimalkan anggaran untuk 11 orang atlet disabilitas. Saya kira sudah sangat layak. Daripada sekarang nambahin banyak, tapi tetap enggak nyampe,” jelasnya.
Diketahui, untuk event Peparda Jabar VII dijadwalkan berlangsung di Kota Bandung pada 22–28 November 2026. ***






