LENSAPRIANGAN.COM – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pangandaran mulai menyiapkan pekerjaan penarikan kabel listrik bawah tanah sepanjang kurang lebih 3 kilometer untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di kawasan perhotelan dan pariwisata Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Proyek tersebut membentang dari gardu di belakang Akustik hingga Hotel Aquarium Indonesia. Selain meningkatkan keandalan jaringan, pemasangan kabel tanah juga ditujukan untuk memperindah kawasan wisata.
Manajer ULP PLN Pangandaran, Dicky, mengatakan pekerjaan diawali dengan apel gelar pasukan dan peralatan sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan proyek.
“Tujuannya yang pertama meningkatkan keandalan pasokan listrik, yang kedua untuk estetika. Diharapkan dengan penambahan kabel tanah yang baru ini, keandalan listrik, khususnya di sisi perhotelan, bisa semakin kuat,” ujar Dicky.
Menurutnya, jaringan baru tersebut akan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik.
Apabila terjadi gangguan pada salah satu jaringan, PLN dapat melakukan manuver atau mengalihkan pasokan dari sumber lain.
Dengan skema tersebut, penanganan gangguan diharapkan lebih fleksibel sehingga risiko terganggunya pasokan listrik ke kawasan wisata dapat diminimalkan.
“Kalau misalkan nanti ada gangguan, kita bisa manuver dari sumber yang lain. Jadi, khusus untuk daerah pariwisata, kita lebih tingkatkan kembali sisi keandalan pasokan listriknya,” katanya.
Dicky menjelaskan, rencana pembangunan jaringan kabel tanah sepanjang sekitar 3 kilometer itu telah diajukan sebelumnya dan baru dapat direalisasikan pada 2026.
Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama 20 hingga 25 hari. Namun, waktu penyelesaian tetap bergantung pada kondisi cuaca dan situasi di lapangan.
PLN meminta dukungan masyarakat agar proses pengerjaan berjalan lancar dan dapat diselesaikan sesuai target.
“Kami dari PLN Pangandaran memohon kerja sama seluruh masyarakat. Pekerjaan ini perlu dilakukan sebagai bentuk peningkatan keandalan pasokan listrik guna meningkatkan pelayanan kami kepada masyarakat,” ucapnya.
Di tengah perkembangan sektor pariwisata, Dicky memastikan pasokan listrik di Pangandaran saat ini masih mencukupi.
Meski demikian, penguatan infrastruktur kelistrikan dinilai tetap diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan kawasan dan meningkatnya kebutuhan energi pada masa mendatang.
“Alhamdulillah, untuk pasokan listrik mencukupi. Pangandaran ini sangat terbuka, dan semakin lama peningkatan maupun pasokan listriknya terus kita perkuat. Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan,” tuturnya.
Melalui proyek ini, PLN berharap keandalan pasokan listrik di kawasan perhotelan dan pariwisata Pangandaran semakin meningkat, sekaligus mendukung aktivitas usaha dan pelayanan kepada masyarakat. ***






