Menu

Mode Gelap
Angin Kencang Terjang Padaherang, Warung Didi Ambruk dan Rugi Rp 10 Juta KUA Cimerak Pangandaran Gencarkan Edukasi Keagamaan di Bulan Ramadan 2026 Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga Asyik!!! Camat di Pangandaran Panen Raya Jagung Angin Kencang Terjang Kalipucang Pangandaran, 9 Rumah Warga Terdampak

Daerah

Air Sumur Masih Kotor Pasca Banjir, Warga Dusun Anggaraksan Pangandaran Keluhkan Kesehatan

badge-check


					Air Sumur Masih Kotor Pasca Banjir, Warga Dusun Anggaraksan Pangandaran Keluhkan Kesehatan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Warga Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, masih mengeluhkan kondisi air sumur yang kotor.

Keluhan itu diungkapkan usai wilayah Dusun Anggaraksan terdampak banjir selama 15 hari pada awal 2026.

Sebelumnya, ketika hujan deras, dalam tiga tahun terakhir ini daerah Anggaraksan kerap dilanda banjir akibat kiriman air dari daerah lain dan jeleknya saluran pembuangan air.

Air sumur yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari terlihat berwarna kuning kehitaman dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebagian warga terpaksa tetap menggunakan air itu dengan cara menyaringnya terlebih dahulu dengan menggunakan saringan kain seadanya.

Kepala Dusun Anggaraksan, Kartim, mengatakan keluhan utama warga pasca banjir adalah kualitas air sumur yang belum kembali normal.

“Yang paling pertama itu air sumur. Kalau tidak salah, sumur itu selama 15 hari terendam banjir. Meski tidak langsung terendam, air banjir dari pekarangan rumah meresap ke dalam sumur,” ungkapnya, Kamis (5/3/2026).

Sebelumnya, warga pun sudah berupaya membersihkan sumur dengan cara mengurasnya hingga dua kali. Namun air yang dihasilkan tetap keruh dan berwarna kekuningan.

“Pokoknya warnanya hitam dan bau. Kita sudah nguras sumur sebanyak dua kali, bahkan pakai saringan, tapi tetap kuning dan kotor,” kata Kartim.

Selain masalah air bersih, Sejumlah warga juga mengeluhkan gangguan kesehatan setelah banjir surut.

Beberapa warga, terutama anak-anak, mengalami gatal-gatal, sakit perut, hingga diare.

“Keluhan lainnya sekarang penyakit gatal-gatal, sakit perut, apalagi bagi anak-anak. Terus mencret juga, apalagi sekarang bulan puasa,” ungkapnya.

Memang, banjir yang melanda Anggaraksan pada awal tahun ini berlangsung cukup lama, yakni sekitar 15 hari. Saat ini banjir baru surut sekitar tiga hari. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satpol PP Pangandaran Tertibkan 253 Banner dan Spanduk Iklan yang Melanggar Aturan

6 Maret 2026 - 03:33 WIB

21 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang, Kades Paledah Salurkan Bantuan dari BPBD Pangandaran

5 Maret 2026 - 17:06 WIB

Kejutan Ramadan Bagi Nenek Dinem di Ciganjeng, Dapat Rumah Baru dari Polres Pangandaran

4 Maret 2026 - 17:04 WIB

Angin Kencang Terjang Padaherang, Warung Didi Ambruk dan Rugi Rp 10 Juta

2 Maret 2026 - 17:59 WIB

DPRD Pangandaran Soroti Dugaan Keuntungan dalam Menu MBG, Minta Masyarakat Berani Speak Up

28 Februari 2026 - 17:09 WIB

Trending di Bisnis