Menu

Mode Gelap
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput

Daerah

Bela Palestina, Alun-alun Paamprokan Pangandaran Dibanjiri Ribuan Masyarakat

badge-check


					Ribu masyarakat se-Priangan Timur lakukan aksi bela Palestina Perbesar

Ribu masyarakat se-Priangan Timur lakukan aksi bela Palestina

Pangandaran, LENSAPRIANGAN.COM – Ribuan masyarakat di priangan Timur, Jawa Barat menggelar aksi face convoy road to freedom for Palestina di Alun-alun Paamprokan Pangandaran Senin, (12/8/2024).

Ribuan masyarakat tersebut tergabung dalam Aliansi Masyarakat Untuk Kemerdekaan Palestina (AMUKP).

Ketua AMUKP, KH Nonop Hanafi mengatakan, itu simulasi agar umat islam bisa aman ketika beribadah di Masjid Al- Aqso.

“Kita mencita-citakan bagaimana umat Islam bisa aman sholat, sujud dan wudhu di masjid Al – Aqso yang hari ini masih di kuasai oleh penjajah Israel,” katanya saat di wawancarai wartawan.

 

Ia menjelaskan, masyarakat yang terlibat dari berbagai wilayah di Priangan Timur. Jumlahnya 10 ribu lebih.

“Yang mengikuti dari Priangan Timur Sumedang. Lebih dari sepuluh ribu. Kita bentuk menjadi AMUKP dan Alhamdulillah acara ini sukses,” ungkapnya,” ungkapnya.

 

Ia pun menyebut, aksi itu akan menjadi kegiatan simultan atau dilakukan bersamaan diseluruh Indonesia.

 

Bukan hanya itu saja, face convoy road to freedom for Palestina juga sudah MoU tak tertulis dengan tokoh keumatan di tiga negara.

 

Diantaranya, Indonesia, Malaysia dan Brunei darusalam. MoU itu bertujuan untuk mengkampanyekan face convoy road to freedom for Palestina.

 

Alasanya, agar umat Islam bisa tergerak. Sebab, ada sebuah pertanyaan dari para pakar yang mengaku heran.

 

“Kenapa 77 Negara yang terkumpul dalam OKI dan 2,4 miliar umat islam tidak bisa membebaskan Palestina dari penjajah zionis,” katanya.

 

Menurut Kiai, Pakar itu menyebutkan kendalanya adalah umat islam yang enggan menyatukan kekuatanya.

“Padahal, kekuatannya dahsyat apabila kita satu kesepakatan persatuan untuk membebaskan saudara kita dari zionis Israel di Palestina,” ungkapnya. (art).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta

20 Juni 2026 - 14:24 WIB

SPPG di Pangandaran Kembali Normal, Operasional Libur Sementara Ikuti Kalender Sekolah

20 Juni 2026 - 14:11 WIB

LBH Ansor Pangandaran Desak Investigasi Tumpahan Batu Bara, Harus Ada Pemulihan dan Penegakan Hukum

19 Juni 2026 - 16:52 WIB

Resmikan Jalan Jembatan Cantilan, Ida Nurlaela Dorong Konektivitas Pangandaran–Tasikmalaya dan Akses Ekonomi Warga

16 Juni 2026 - 14:11 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Banjar Bagikan 150 Paket Sembako untuk Pengemudi Becak

15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Daerah