Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Headline

Gandeng Menaker Yassierli, IJTI Siapkan Jurnalis Mandiri dan Kompeten di Era Digital

badge-check


					Gandeng Menaker Yassierli, IJTI Siapkan Jurnalis Mandiri dan Kompeten di Era Digital Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) melakukan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta.

Pertemuan ini melahirkan kesepakatan strategis untuk memperkuat ekosistem pers nasional di tengah tantangan disrupsi digital yang masif.

Dalam pertemuan tersebut, IJTI dan Kemnaker menyepakati kolaborasi konkret untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi jurnalis melalui penguasaan platform digital.

Kesepakatan ini menjadi angin segar, khususnya bagi para jurnalis yang menghadapi ketidakpastian industri.

Komitmen Menteri Yassierli: Upskilling dan Reskilling

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendampingi transformasi tenaga kerja di sektor media.

“Kami di Kemnaker melihat bahwa disrupsi digital adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapan kompetensi. Kolaborasi dengan IJTI ini sangat strategis untuk melakukan upskilling dan reskilling secara berkelanjutan,” ujar Prof. Yassierli dalam pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, Guru Besar ITB tersebut menekankan perhatian khusus bagi jurnalis yang terdampak efisiensi perusahaan media.

“Bagi teman-teman jurnalis yang terkena layoff, kami siapkan pelatihan intensif berbasis platform digital. Tujuannya bukan hanya agar mereka bisa kembali bekerja, tetapi agar mereka memiliki kapasitas baru untuk menjadi mediapreneur yang mandiri dan berdaya saing,” tegas Menaker Yassierli.

Menuju Jurnalis Mandiri

Senada dengan Menaker, Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan jurnalis yang adaptif dan tidak bergantung pada pola kerja konvensional semata.

“Targetnya adalah peningkatan kapasitas. Kami ingin rekan-rekan jurnalis bisa menjadi pribadi yang mandiri di era digital. Dengan bekal kompetensi baru ini, jurnalis tidak hanya bertahan, tetapi mampu menciptakan peluangnya sendiri,” kata Herik.

Melalui sinergi antara IJTI dan Kemnaker ini, diharapkan lahir jurnalis-jurnalis Indonesia yang tidak hanya profesional dalam etika jurnalistik, tapi juga mumpuni dalam pemanfaatan teknologi digital demi keberlangsungan karir mereka di masa depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah