Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Headline

Gandeng Menaker Yassierli, IJTI Siapkan Jurnalis Mandiri dan Kompeten di Era Digital

badge-check


					Gandeng Menaker Yassierli, IJTI Siapkan Jurnalis Mandiri dan Kompeten di Era Digital Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) melakukan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta.

Pertemuan ini melahirkan kesepakatan strategis untuk memperkuat ekosistem pers nasional di tengah tantangan disrupsi digital yang masif.

Dalam pertemuan tersebut, IJTI dan Kemnaker menyepakati kolaborasi konkret untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi jurnalis melalui penguasaan platform digital.

Kesepakatan ini menjadi angin segar, khususnya bagi para jurnalis yang menghadapi ketidakpastian industri.

Komitmen Menteri Yassierli: Upskilling dan Reskilling

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendampingi transformasi tenaga kerja di sektor media.

“Kami di Kemnaker melihat bahwa disrupsi digital adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapan kompetensi. Kolaborasi dengan IJTI ini sangat strategis untuk melakukan upskilling dan reskilling secara berkelanjutan,” ujar Prof. Yassierli dalam pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, Guru Besar ITB tersebut menekankan perhatian khusus bagi jurnalis yang terdampak efisiensi perusahaan media.

“Bagi teman-teman jurnalis yang terkena layoff, kami siapkan pelatihan intensif berbasis platform digital. Tujuannya bukan hanya agar mereka bisa kembali bekerja, tetapi agar mereka memiliki kapasitas baru untuk menjadi mediapreneur yang mandiri dan berdaya saing,” tegas Menaker Yassierli.

Menuju Jurnalis Mandiri

Senada dengan Menaker, Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan jurnalis yang adaptif dan tidak bergantung pada pola kerja konvensional semata.

“Targetnya adalah peningkatan kapasitas. Kami ingin rekan-rekan jurnalis bisa menjadi pribadi yang mandiri di era digital. Dengan bekal kompetensi baru ini, jurnalis tidak hanya bertahan, tetapi mampu menciptakan peluangnya sendiri,” kata Herik.

Melalui sinergi antara IJTI dan Kemnaker ini, diharapkan lahir jurnalis-jurnalis Indonesia yang tidak hanya profesional dalam etika jurnalistik, tapi juga mumpuni dalam pemanfaatan teknologi digital demi keberlangsungan karir mereka di masa depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kornologis Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat Satu Masih Dicari

18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Satu Masih Dalam Pencarian

17 Juli 2026 - 21:22 WIB

Dua Penyandang Disabilitas Wakili Polres Pangandaran pada Lomba Melukis

17 Juli 2026 - 17:05 WIB

JPKP Pangandaran Jalin Sinergi dengan Kodim 0625, Siapkan Kolaborasi Program untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Kapolres dan Dandim di Pangandaran Perkuat Soliditas Sinergitas 

14 Juli 2026 - 12:11 WIB

Trending di Daerah