Menu

Mode Gelap
Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas

Daerah

Menderita penyakit Hirschsprung Disease, Bocah di Pangandaran Butuh Uluran Tangan 

badge-check


					Menderita penyakit Hirschsprung Disease, Bocah di Pangandaran Butuh Uluran Tangan  Perbesar

Pangandaran,LENSAPRIANGAN.COM -Seorang bocah bernama Zaki (10) di Pangandaran menderita penyakit hirschsprung disease. Karena penyakitnya itu, perut Zaki membesar dan harus menjalani operasi.

Reni, orang tua Zaki mengaku kesulitan dalam biaya pengobatan. Mengingat dirinya mempunyai tiga anak sementara sang suami tidak bekerja beberapa bulan terakhir.

 

Zaki merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, anak pertama duduk di bangku SMK sedangkan anak yang bontot masih berusia 3 tahun.

Karena itu, ia merasa kesulitan mencari biaya pengobatan. Terlebih dalam satu pekan dirinya harus bolak kontrol ke rumah sakit Margono Jawa Tengah.

 

Dalam satu kali kontrol saja, ia harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 800 ribu. Biaya tersebut untuk ongkos sewa mobil dan sopir.

“Satu kali kontrol biayanya sekitar Rp 800 ribu. Sedangkan satu minggu harus dua kali kontrol. Duit dari mana? Suami sudah 2 bulan nganggur,” ucap Reni saat ditemui di kediamannya di RT 07/03 dusun Balater, Desa Sindangwangi, kecamatan Padaherang, Kabupaten Jawa Barat Rabu, (8/1/2025).

 

Dari bekas operasinya itu, ia harus membeli kantung kolostomi untuk menampung kotoran akibat usus besar Zaki yang rusak.

“Dulu saya beli di apotik harga satu-nya sekitar Rp 75 ribu. Dan itu satu hari ganti setiap hari. Tapi sekarang beli di online harganya Rp 200 ribuan dapat 10 pcs,” katanya.

 

Untuk biaya sehari-hari, Reni mengatakan, sang suami suka mencari belut dan ikan (ngadorang). Dari hasilnya itu, ia jual ke tetangga atau menjual melalui online.

“Tapi kalau dapatnya sedikit, saya jualnya sudah matang. Lumayan uang nya buat kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya. (art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa S2 UBHI dan Puskesmas Kalipucang Gelar GEMAR SANSET di PSM, Sasar 700 Santri Lewat Edukasi dan CKG

11 Juni 2026 - 19:44 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke 80, Polres Pangandaran Dorong Lomba Ketahanan Pangan

9 Juni 2026 - 19:25 WIB

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pangandaran Soroti TPP ASN dan Gaji PPPK Paruh Waktu di Puskesmas – RSUD

7 Juni 2026 - 08:21 WIB

Hari Lansia Nasional 2026, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh Digelar di Kalipucang Pangandaran

5 Juni 2026 - 19:34 WIB

Polimek di Puskesmas, Begini Respon Dinkes Pangandaran

5 Juni 2026 - 11:41 WIB

Trending di Daerah