Menu

Mode Gelap
Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar

Daerah

Mengenang Tragedi Mei 1998 di Rumah Perjuangan 145 Pangandaran

badge-check


					Mengenang Tragedi Mei 1998 di Rumah Perjuangan 145 Pangandaran Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Suasana penuh refleksi dan semangat kebangsaan terasa di Rumah Perjuangan 145 Pangandaran saat sejumlah aktivis, mahasiswa, pemuda, jurnalis, pegiat sosial, serta masyarakat umum berkumpul dalam kegiatan bertajuk “Mei Melawan Lupa” untuk mengenang 28 tahun Tragedi Mei 1998.

Kegiatan yang digelar pada Kamis malam itu menjadi ruang diskusi lintas generasi guna mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa, khususnya momentum Reformasi 1998 yang menjadi tonggak perubahan demokrasi di Indonesia.

Acara berlangsung sederhana, namun sarat makna dan penuh nuansa perjuangan.

Dalam forum tersebut, peserta diajak menelusuri kembali berbagai peristiwa yang terjadi menjelang runtuhnya rezim Orde Baru, mulai dari gelombang demonstrasi mahasiswa, krisis ekonomi, hingga gugurnya para pejuang reformasi yang menjadi simbol keberanian rakyat dalam menuntut perubahan.

Penggagas Rumah Perjuangan 145 Pangandaran Syamsul Ma’arif yang akrab disapa Sulenk Abdi Sagara mengatakan, generasi muda saat ini perlu memahami sejarah secara utuh agar tidak kehilangan arah dalam menjaga demokrasi.

“Reformasi bukan hanya peristiwa politik, melainkan perjuangan panjang yang lahir dari keresahan rakyat terhadap ketidakadilan, pembungkaman kebebasan berpendapat, serta kesenjangan sosial yang terjadi pada masa itu,” kata Sulenk Abdi Sagara, Jum’at (22/5/2026).

Peringatan Tragedi Mei bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan upaya kolektif untuk menjaga ingatan publik terhadap sejarah bangsa.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah, tragedi Mei harus tetap diingat agar generasi hari ini memahami bahwa demokrasi lahir melalui pengorbanan yang tidak mudah,” tambahnya.

Sementara Fajar Syarifudin Ketua Pelaksana mengatakan, dalam kegiatan tersebut juga diputar dokumentasi perjuangan mahasiswa dan rakyat pada tahun 1998.

Tayangan itu menghadirkan suasana haru di tengah peserta yang sebagian besar merupakan generasi muda yang tidak mengalami langsung peristiwa Reformasi.

“Pada film dokumenter, kami menyaksikan bagaimana tekanan, ketakutan, hingga ancaman menjadi bagian dari perjalanan perjuangan,” kata Fajar.

Ditambahkan Fajar, semangat untuk memperjuangkan keadilan dan masa depan bangsa membuat mereka tetap bertahan.

“Semangat Reformasi harus terus dijaga melalui keberanian menyampaikan kritik, menjaga kebebasan pers, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” pungkas Fajar.

Forum diskusi lintas generasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga semangat perjuangan tetap hidup di tengah perubahan jaman.

Generasi muda saat ini memiliki tantangan berbeda dibanding generasi sebelumnya, karena jika dahulu perjuangan dilakukan di jalanan, kini perjuangan dapat dilakukan melalui pendidikan, literasi, media, gerakan sosial, serta penguatan nilai demokrasi di tengah masyarakat.

Perjuangan tidak selalu identik dengan demonstrasi, hari ini perjuangan bisa diwujudkan melalui kepedulian terhadap rakyat, keberanian melawan ketidakadilan, dan menjaga idealisme agar tidak mati.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Pangandaran Air Show 2026, Kapolda Jabar Dorong Sinergi Pengamanan Event Nasional

5 September 2026 - 17:30 WIB

Kapolda Jabar Datang ke Banjar, Soroti Pelayanan Publik dan Apresiasi Kinerja Polres

5 September 2026 - 10:23 WIB

Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

3 September 2026 - 18:27 WIB

PMII Soroti Hibah 30 Hektare Lahan ISBI, SKPD Pangandaran Menjerit, Defisit dan IPM Masih PR

27 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Fraksi PDIP Minta Pemda Pangandaran Kaji Ulang Hibah 30 Hektare untuk ISBI Bandung

27 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Trending di Daerah