Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPGĀ  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Daerah

Mengenang Tragedi Mei 1998 di Rumah Perjuangan 145 Pangandaran

badge-check


					Mengenang Tragedi Mei 1998 di Rumah Perjuangan 145 Pangandaran Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Suasana penuh refleksi dan semangat kebangsaan terasa di Rumah Perjuangan 145 Pangandaran saat sejumlah aktivis, mahasiswa, pemuda, jurnalis, pegiat sosial, serta masyarakat umum berkumpul dalam kegiatan bertajuk ā€œMei Melawan Lupaā€ untuk mengenang 28 tahun Tragedi Mei 1998.

Kegiatan yang digelar pada Kamis malam itu menjadi ruang diskusi lintas generasi guna mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa, khususnya momentum Reformasi 1998 yang menjadi tonggak perubahan demokrasi di Indonesia.

Acara berlangsung sederhana, namun sarat makna dan penuh nuansa perjuangan.

Dalam forum tersebut, peserta diajak menelusuri kembali berbagai peristiwa yang terjadi menjelang runtuhnya rezim Orde Baru, mulai dari gelombang demonstrasi mahasiswa, krisis ekonomi, hingga gugurnya para pejuang reformasi yang menjadi simbol keberanian rakyat dalam menuntut perubahan.

Penggagas Rumah Perjuangan 145 Pangandaran Syamsul Ma’arif yang akrab disapa Sulenk Abdi Sagara mengatakan, generasi muda saat ini perlu memahami sejarah secara utuh agar tidak kehilangan arah dalam menjaga demokrasi.

“Reformasi bukan hanya peristiwa politik, melainkan perjuangan panjang yang lahir dari keresahan rakyat terhadap ketidakadilan, pembungkaman kebebasan berpendapat, serta kesenjangan sosial yang terjadi pada masa itu,” kata Sulenk Abdi Sagara, Jum’at (22/5/2026).

Peringatan Tragedi Mei bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan upaya kolektif untuk menjaga ingatan publik terhadap sejarah bangsa.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah, tragedi Mei harus tetap diingat agar generasi hari ini memahami bahwa demokrasi lahir melalui pengorbanan yang tidak mudah,” tambahnya.

Sementara Fajar Syarifudin Ketua Pelaksana mengatakan, dalam kegiatan tersebut juga diputar dokumentasi perjuangan mahasiswa dan rakyat pada tahun 1998.

Tayangan itu menghadirkan suasana haru di tengah peserta yang sebagian besar merupakan generasi muda yang tidak mengalami langsung peristiwa Reformasi.

“Pada film dokumenter, kami menyaksikan bagaimana tekanan, ketakutan, hingga ancaman menjadi bagian dari perjalanan perjuangan,” kata Fajar.

Ditambahkan Fajar, semangat untuk memperjuangkan keadilan dan masa depan bangsa membuat mereka tetap bertahan.

“Semangat Reformasi harus terus dijaga melalui keberanian menyampaikan kritik, menjaga kebebasan pers, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” pungkas Fajar.

Forum diskusi lintas generasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga semangat perjuangan tetap hidup di tengah perubahan jaman.

Generasi muda saat ini memiliki tantangan berbeda dibanding generasi sebelumnya, karena jika dahulu perjuangan dilakukan di jalanan, kini perjuangan dapat dilakukan melalui pendidikan, literasi, media, gerakan sosial, serta penguatan nilai demokrasi di tengah masyarakat.

Perjuangan tidak selalu identik dengan demonstrasi, hari ini perjuangan bisa diwujudkan melalui kepedulian terhadap rakyat, keberanian melawan ketidakadilan, dan menjaga idealisme agar tidak mati.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Galian C Diduga Ilegal di Pangandaran Masih Beroperasi, Timbulkan Kerusakan Lingkungan

21 Mei 2026 - 13:40 WIB

Pemkot Banjar Bersama Kemendes PDTT Salurkan Bansos dan 1.500 Sak Semen untuk Warga

17 Mei 2026 - 12:59 WIB

Bersama Petani, Polres Banjar Panen Jagung Serentak, Dukung Swasembada Pangan Nasional

16 Mei 2026 - 21:09 WIB

Polemik Perekrutan Perangkat Desa Bangunkarya di Pangandaran, Hasil Tes Final Tapi Dilakukan Pilkadus

16 Mei 2026 - 12:29 WIB

Kapolres Banjar Pimpin Sertijab dan Pengukuhan Pejabat, Kasat Reskrim dan Kasat Lantas Resmi Berganti

14 Mei 2026 - 17:17 WIB

Trending di Daerah