Menu

Mode Gelap
Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box

Daerah

Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang

badge-check


					Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Seorang remaja bernama Nur Aliman (18), warga Desa Cisumur, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, nyaris menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal dalam sebuah insiden yang terjadi sekitar pukul 13.00 Wib.

Lokasi terjadinya di sekitar area grand Pangandaran, Minggu (12/4/2026).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari percakapan saksi bernama Defa (12) dan korban, peristiwa itu bermula saat korban tengah berada di jalan bersama rekannya, dengan menggunakan sepeda motor Yamaha RX King. Saat itu, mereka diketahui berboncengan.

Dalam perjalanan, korban menyadari ada pihak yang mencurigakan mengikuti dari belakang dan kemudian langsung menabrak dari belakang.

Menyadari hal tersebut, korban menepi terlebih dahulu arah untuk menghindari situasi yang berpotensi membahayakan.

“Dia masih di belakang, terus saya putar balik. Saya sendiri naik motor, kita berdua tapi beda motor,” ungkap Nur Alim, Minggu 12/4/2026.

Tak lama kemudian, situasi berubah menjadi mencekam ketika salah satu pelaku diduga hendak melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

Namun, upaya pembacokan tersebut berhasil dihindari setelah korban atau rekannya sempat melakukan tangkisan.

“Yang mau dibacok itu sempat ditangkis, jadi tidak kena,” ujar Dafa (12), saat di komfirmasi wartawan, Minggu (12/4/2026).

Dalam insiden tersebut, korban mengaku awalnya tidak menyangka pelaku membawa senjata tajam.

Ia mengira hanya akan terjadi pemukulan biasa. Namun ternyata pelaku membawa senjata tajam berukuran kecil, yang diduga sejenis celurit atau pisau.

“Saya kira cuma dipukul, tidak tahu kalau bawa senjata tajam. Senjatanya kecil,” katanya.

Korban juga sempat berupaya menolong rekannya yang menjadi sasaran awal serangan.

Namun, upaya tersebut justru membuat dirinya ikut terancam menjadi korban pembacokan, sehingga ia memilih melarikan diri untuk menyelamatkan diri.

“Awalnya dia dulu yang diserang. Saya mau nolong, tapi malah ikut mau dibacok, akhirnya saya lari,” ungkap, Dafa (12).

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti jumlah pelaku maupun motif dari aksi tersebut. Korban pun dikabarkan akan melapor ke Polisi.(Efful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput

11 April 2026 - 15:29 WIB

BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas

7 April 2026 - 18:15 WIB

Oknum Wartawan di Pangandaran Mengaku Polisi, Coreng Marwah Profesi, IJTI – PWI Bereaksi Keras

6 April 2026 - 18:24 WIB

Diduga Ngaku Polisi, Oknum Wartawan di Pangandaran Bikin Resah

6 April 2026 - 17:46 WIB

Disnaker Pangandaran Verifikasi dan Bina LPK, Tercatat 13 LPK dan 5 BLK Resmi Beroperasi

6 April 2026 - 17:30 WIB

Trending di Daerah