Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPGĀ  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Bisnis

Pilkada Pangandaran, Sebaran Baliho Balon Bupati Tak Jadi Indikator Kemenangan

badge-check


					Pilkada Pangandaran, Sebaran Baliho Balon Bupati Tak Jadi Indikator Kemenangan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sebaran bander sejumlah figur yang saat ini mensosialisasikan diri sebagai Bakal Calon Bupati Pangandaran tidak menjadi indikator kemenangan Pilkada.

Sebagaimana diketahui, di beberapa lokasi saat ini di Kabupaten Pangandaran tersebar bender sejumlah figur dengan kemasan selamat menunaikan ibadah puasa atau marhaban ramadhan.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pangandaran Asep Pudin mengatakan, sebaran bender sosialisasi Bakal Calon Bupati tersebut ragam tanggapan dari masyarakat.

“Wajar jika ada yang berpendapat dan komentarnya juga beragam,” kata Asep, Kamis (28/3/2024).

Bender alat sosialisasi figur Bakal Calon Bupati Pangandaran pun terkesan tidak sesuai dengan estetika ruang publik, berjejer sepanjang jalan dan tidak memberi kesan indah.

“Tidak ada pesan moral juga tidak memberikan edukasi secara politik dan belum mewakili narasi aspirasi berdemokrasi,” tambah Asep.

Dijelaskan Asep, harus juga disadari, sosialisasi yang luas pada ruang publik dari Bakal Calon Bupati Pangandaran tidak selalu menjadi indikator utama dalam menentukan pemenang Pilkada.

“Pemasangan bender sering kali dianggap sebagai langkah strategis untuk mendapatkan dukungan massa sebenarnya keliru,” tegasnya.

Padahal bender yang tersebar belum bisa mewakili pesan moral, justeru harusnya paparan visi dan misi serta rekam jejak dan program kerja yang memiliki peran penting dalam meraih suara pemilih.

“Penomena anomali hasil kontestasi politik terutama Pilkada semakin terlihat jelas di berbagai daerah,” terang Asep.

Meskipun jika beberapa Bakal Calon Bupati mendominasi ruang publik dengan kampanye yang gencar dan bander sosialisasi yang meluas, pada akhirnya pemilih cenderung mempertimbangkan aspek lain dalam menentukan pilihan.

“Paradigma pemilih menjadi lebih cerdas dan kritis dan akan membawa dampak signifikan dalam dinamika Pilkada,” sambung Asep.

Pemilih tidak lagi terpaku pada popularitas seseorang atau intensitas kampanye semata.

Pemilih cenderung memberikan perhatian lebih pada substansi program dan kemampuan calon untuk mengimplementasikannya.

Bisa saja terjadi, ketika Bakal Calon Bupati menggelar serangkaian kampanye besar-besaran dengan melibatkan banyak bander sosialisasi, namun pada akhirnya kalah dalam pemilihan oleh Bakal Calon Bupati yang fokus pada menyampaikan program konkret dan merespons langsung terhadap kebutuhan masyarakat.

Meskipun bander sosialisasi masih menjadi salah satu instrumen penting dalam kampanye politik, namun bukanlah satu-satunya faktor penentu dalam menentukan kemenangan dalam Pilkada.

Pemilih yang cerdas dan terinformasi cenderung melihat jauh ke depan, mempertimbangkan visi dan misi, serta kemampuan untuk mewujudkan perubahan yang diinginkan masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satu Dekade Kebersamaan, Horison Palma Pangandaran Rayakan Anniversary ke-10

23 April 2026 - 21:58 WIB

Polemik Penebangan Pohon di Pangandaran, Pemilik Lahan Ungkap Kronologi

15 April 2026 - 08:28 WIB

Bapenda Pangandaran Pastikan Standarisasi Harga Watersport

1 April 2026 - 08:15 WIB

Satgas Percepatan MBG Pangandaran Evaluasi Kelayakan Makanan Setiap SPPG

8 Maret 2026 - 13:50 WIB

DPRD Pangandaran Soroti Dugaan Keuntungan dalam Menu MBG, Minta Masyarakat Berani Speak Up

28 Februari 2026 - 17:09 WIB

Trending di Bisnis