Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPGĀ  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Bisnis

Satgas Percepatan MBG Pangandaran Evaluasi Kelayakan Makanan Setiap SPPG

badge-check


					Satgas Percepatan MBG Pangandaran Evaluasi Kelayakan Makanan Setiap SPPG Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rohman, menegaskan pentingnya evaluasi ketat terhadap kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu menyusul temuan adanya makanan yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.

Dalam evaluasi yang dilakukan Satgas Percepatan MBG Kabupaten Pangandaran, ditemukan makanan yang bahkan sudah tidak layak sejak dikirim.

“Bahkan tidak layak untuk dikonsumsi, dikirim saja sudah tidak layak,” kata Untung, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius sehingga pengawasan terhadap SPPG maupun SPPI atau kepala dapur, harus diperketat.

Pengawasan dilakukan agar makanan yang didistribusikan benar-benar memenuhi standar kelayakan bagi para siswa.

Tentu, ke depan seluruh pihak yang terlibat diharapkan lebih berhati-hati dan cermat dalam memeriksa makanan sebelum didistribusikan.

“Agar ke depan lebih berhati-hati atau lebih cermat melihat dan mengawasi makanan- makanan yang layak didistribusikan untuk anak-anak didik kita,” ungkapnya.

Selain itu, Satgas pun akan terus melakukan monitoring bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya dinas lingkungan hidup, dinas pendidikan, dan dinas kesehatan.

Ketiga instansi itu dinilai memiliki peran penting sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam memastikan kualitas makanan program MBG.

Sementara itu, pihak SPPG juga sudah diberikan arahan terkait perencanaan menu MBG dalam satu minggu.

Melalui perencanaan tersebut, menu makanan yang akan disajikan setiap hari diharapkan bisa ditentukan, mulai dari hari Senin hingga hari-hari berikutnya.

Perencanaan menu tersebut bertujuan untuk mengukur kebutuhan bahan pokok yang tersedia di lingkungan sekitar, termasuk menyesuaikan kemampuan penyediaan bahan serta harga yang berlaku di pasaran.

“Jadi ketika hari ini membutuhkan bahan baku makanan tertentu, itu sudah terukur dengan komposisi harga dan sebagainya,” ungkap Untung. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasanggiri Mojang Jajaka Pangandaran 2026 Resmi Digelar, Ajang Seleksi Menuju Grand Final

24 April 2026 - 11:06 WIB

Satu Dekade Kebersamaan, Horison Palma Pangandaran Rayakan Anniversary ke-10

23 April 2026 - 21:58 WIB

STISIP BP Banjar Lantik Pengurus Baru DPM, BEM, Himpunan IP dan AB Periode 2025/2026

23 April 2026 - 16:07 WIB

Penguatan Kapasitas, KPID Jabar Gelar Pelatihan Khusus Jurnalis di Priangan Timur

23 April 2026 - 07:41 WIB

Disdikpora Pangandaran Evaluasi Program Pendidikan Karakter Melesat, Salat Jumat Tunggu Fatwa MUI

21 April 2026 - 12:09 WIB

Trending di Daerah