Menu

Mode Gelap
Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG

Daerah

PMII Menilai Ketimpangan Dunia Pendidikan di Pangandaran Masih Nampak 

badge-check


					Poto: ketua PMII STITNU Al Farabi Perbesar

Poto: ketua PMII STITNU Al Farabi

LENSAPRIANGAN.COM – Ketua PMII STITNU Al Farabi, Najmul Umam mengatakan, ketimpangan dunia pendidikan di kabupaten Pangandaran, Jawa Barat masih menghantui.

Ketimpangan tersebut dapat termanifestasi dalam berbagai aspek, mulai dari akses yang tidak merata terhadap pendidikan berkualitas.

Selain itu, kesenjangan dalam hasil belajar antara siswa dari berbagai latar belakang.

 

Najmul mengatakan, bentuk ketimpangan yang mungkin terjadi yakni, ketidakmerataan dalam akses terhadap fasilitas dan sumber daya pendidikan.

“Sekolah-sekolah kurang dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti perpustakaan yang lengkap, laboratorium, atau sarana transportasi untuk siswa yang tinggal jauh dari sekolah,” katanya Kamis, (2/5/2024).

Hal tersebut, menciptakan kesenjangan dalam kesempatan belajar antara siswa dari latar belakang ekonomi yang berbeda.

 

Selain itu, ketimpangan dalam hasil belajar juga bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan ekonomi lainnya,

“Seperti tingkat kemiskinan, akses terhadap layanan kesehatan, dan dukungan keluarga,” ujarnya.

 

Najmul Menjelaskan, Siswa dari latar belakang ekonomi yang kurang dimungkinkan memiliki kesempatan yang lebih rendah untuk berhasil dalam pendidikan.

“Karena, mereka terpaksa untuk bekerja atau membantu keluarga. Bahkan mereka tidak memiliki akses yang memadai terhadap dukungan pendidikan di rumah,” jelasnya.

Ia menyarankan, untuk mengatasi ketimpangan dalam pendidikan, perlu adanya komitmen yang kuat dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, sekolah, masyarakat, dan pihak swasta.

Ia juga menegaskan, langkah-langkah konkret dapat meliputi peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas yakni peningkatan kualitas pengajar dan pembelajaran.

 

Tak hanya itu, dukungan yang lebih besar bagi siswa yang berada dalam risiko tinggi, seperti siswa dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu.

“Maka dengan cara ini peringatan Hardiknas di Kabupaten Pangandaran dapat menjadi lebih relevan dengan realitas pendidikan yang ada,” ungkapnya.

 

“bahkan dapat memberikan dampak yang lebih positif pada masa depan pendidikan pangandaran,” kata Najmul menambahkan.

 

Sementara itu, Kabupaten Pangandaran peringati hari pendidikan nasional (Hardiknas) hanya diisi dengan upacara, ketimpangan ini mungkin menjadi lebih terasa.

Sebab, upacara tersebut mungkin hanya melibatkan segelintir orang atau hanya menjadi rutinitas formal.

 

“Sementara, sebagian besar siswa mungkin masih berjuang untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak”, kata Najmul.

Padahal, kata dia, Peringatan ini tidak hanya sekedar seremonial, melainkan sebagai sarana introspeksi dan evaluasi terhadap sistem pendidikan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Penipuan di Pangandaran Berakhir Islah, Uang Rp 12 Juta Sudah Dikembalikan

26 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Diduga Menipu, Koordinator PKH Pangandaran Panggil Oknum Pendamping, Diminta Segera Kembalikan Uang Korban

26 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Playpad Hadir di Pangandaran, Lapangan Padel Standar Internasional Pertama di Jawa Barat

26 Agustus 2026 - 09:05 WIB

JPKP Perjuangkan Solusi Banjir dan Nasib Petani di Pangandaran

25 Agustus 2026 - 17:28 WIB

Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

23 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Trending di Daerah