Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

PMII Menilai Ketimpangan Dunia Pendidikan di Pangandaran Masih Nampak 

badge-check


					Poto: ketua PMII STITNU Al Farabi Perbesar

Poto: ketua PMII STITNU Al Farabi

LENSAPRIANGAN.COM – Ketua PMII STITNU Al Farabi, Najmul Umam mengatakan, ketimpangan dunia pendidikan di kabupaten Pangandaran, Jawa Barat masih menghantui.

Ketimpangan tersebut dapat termanifestasi dalam berbagai aspek, mulai dari akses yang tidak merata terhadap pendidikan berkualitas.

Selain itu, kesenjangan dalam hasil belajar antara siswa dari berbagai latar belakang.

 

Najmul mengatakan, bentuk ketimpangan yang mungkin terjadi yakni, ketidakmerataan dalam akses terhadap fasilitas dan sumber daya pendidikan.

“Sekolah-sekolah kurang dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti perpustakaan yang lengkap, laboratorium, atau sarana transportasi untuk siswa yang tinggal jauh dari sekolah,” katanya Kamis, (2/5/2024).

Hal tersebut, menciptakan kesenjangan dalam kesempatan belajar antara siswa dari latar belakang ekonomi yang berbeda.

 

Selain itu, ketimpangan dalam hasil belajar juga bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan ekonomi lainnya,

“Seperti tingkat kemiskinan, akses terhadap layanan kesehatan, dan dukungan keluarga,” ujarnya.

 

Najmul Menjelaskan, Siswa dari latar belakang ekonomi yang kurang dimungkinkan memiliki kesempatan yang lebih rendah untuk berhasil dalam pendidikan.

“Karena, mereka terpaksa untuk bekerja atau membantu keluarga. Bahkan mereka tidak memiliki akses yang memadai terhadap dukungan pendidikan di rumah,” jelasnya.

Ia menyarankan, untuk mengatasi ketimpangan dalam pendidikan, perlu adanya komitmen yang kuat dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, sekolah, masyarakat, dan pihak swasta.

Ia juga menegaskan, langkah-langkah konkret dapat meliputi peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas yakni peningkatan kualitas pengajar dan pembelajaran.

 

Tak hanya itu, dukungan yang lebih besar bagi siswa yang berada dalam risiko tinggi, seperti siswa dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu.

“Maka dengan cara ini peringatan Hardiknas di Kabupaten Pangandaran dapat menjadi lebih relevan dengan realitas pendidikan yang ada,” ungkapnya.

 

“bahkan dapat memberikan dampak yang lebih positif pada masa depan pendidikan pangandaran,” kata Najmul menambahkan.

 

Sementara itu, Kabupaten Pangandaran peringati hari pendidikan nasional (Hardiknas) hanya diisi dengan upacara, ketimpangan ini mungkin menjadi lebih terasa.

Sebab, upacara tersebut mungkin hanya melibatkan segelintir orang atau hanya menjadi rutinitas formal.

 

“Sementara, sebagian besar siswa mungkin masih berjuang untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak”, kata Najmul.

Padahal, kata dia, Peringatan ini tidak hanya sekedar seremonial, melainkan sebagai sarana introspeksi dan evaluasi terhadap sistem pendidikan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dermawan Misterius Bagikan Beras dan Uang ke Warga Kurang Mampu di Kalipucang Pangandaran

26 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Renovasi Dapur Tak Dikerjakan, Warga Padaherang Pangandaran Mengaku Rugi Rp 10 Juta

25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Momen Puncak Milangkala ke-14 Pangandaran Sepi, Banyak Anggota DPRD Absen

25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Pakai Bus Dishub, Rombongan Bupati Pangandaran Silaturahmi ke Tokoh Presidium Dalam Milangkala ke14

20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Polres Pangandaran Perkuat Karakter Siswa Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan

19 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Trending di Daerah