Menu

Mode Gelap
Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025 Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Casabadia Villas & Hotel Pangandaran by Horison Hadirkan Konsep Villa dan Hotel Tropical Lifestyle Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bangkit, Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global Korban Banjir di Maruyungsari Pangandaran Alami Gejala Sakit, Puskesmas Padaherang Turun ke Lapangan

Daerah

Puluhan Pelajar SMA di Pangandaran Diduga Keracunan

badge-check


					Puluhan Pelajar SMA di Pangandaran Diduga Keracunan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Innalilahi, puluhan siswa siswi SMA di Kabupaten Pangandaran mengalami sakit yang diduga keracunan.

 

Peristiwa ini menimpa siswa siswi baru di SMA Negeri 1 Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jum’at (19/7/2024) siang.

 

Ada sekitar 20 siswa yang sedang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) mengalami sakit dan harus dirawat oleh tenaga medis.

 

Orang tua siswa baru asal Padaherang, Atikah (45) mengaku, mengetahui anaknya sakit sejak Kamis (19/7/2024) malam.

 

“Ada mencret, sakit perut, mual. Tadi (19/7/2024) pagi sempat sekolah tapi masih mencret,” ujar Atikah kepada sejumlah wartawan di ruangan UKS di SMA Negeri 1 Mangunjaya, Jum’at (19/7/2024) siang.

 

Sebelum merasakan sakit perut, mual dan mencret ternyata sempat memakan hidangan di SMA Negeri 1 Mangunjaya.

 

“Katanya, sih makan mie di sekolah (waktu MPLS). Makanannya dari sekolah,” katanya.

 

Meskipun demikian, sejak dirawat tenaga medis, sampai saat ini Ia belum mendapatkan hasil dari pihak dokter. “Belum tahu ini hasilnya, kenapa,” ucap Atikah.

 

Sementara Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan di SMA Negeri 1 Mangunjaya, Nuryaman mengatakan, terkait masalah keracunan pihaknya belum bisa menjelaskan.

 

“Karena, itu ditangani oleh dinas kesehatan dari Puskesmas Mangunjaya,” ujarnya.

 

Jika siswa lainnya masih dirawat di ruangan UKS dan menurut pengakuannya ternyata anaknya pertama belum makan dan kedua mempunyai penyakit lambung.

 

“Kalau soal keracunan makanan, kami belum bisa menjawab karena masih ditangani oleh dinas kesehatan,” katanya.

 

Untuk penanganan, Ia bersyukur SMA Negeri 1 Mangunjaya sudah bekerja sama dengan PKM atau Puskesmas Mangunjaya.”Yang sakit, itu ada sekitar 20 siswa,” ucap Nuryaman.

 

Mereka ada yang dirawat di UKS SMA Negeri 1 Mangunjaya dan ada yang dirawat di Puskesmas Mangunjaya. “Alhamdulillah, yang di sini (UKS) mulai membaik,” ucapnya. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan

3 Februari 2026 - 20:31 WIB

Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

3 Februari 2026 - 15:26 WIB

Bau Menyengat, PHRI Bantah Limbah di Pantai Pangandaran dari Hotel

3 Februari 2026 - 12:49 WIB

Polres Banjar Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Wujudkan Lalu Lintas Tertib

2 Februari 2026 - 20:34 WIB

Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran

2 Februari 2026 - 12:36 WIB

Trending di Bisnis