Menu ✖

Mode Gelap
Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

Daerah

Puluhan Pelajar SMA di Pangandaran Diduga Keracunan

badge-check


					Puluhan Pelajar SMA di Pangandaran Diduga Keracunan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Innalilahi, puluhan siswa siswi SMA di Kabupaten Pangandaran mengalami sakit yang diduga keracunan.

 

Peristiwa ini menimpa siswa siswi baru di SMA Negeri 1 Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jum’at (19/7/2024) siang.

 

Ada sekitar 20 siswa yang sedang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) mengalami sakit dan harus dirawat oleh tenaga medis.

 

Orang tua siswa baru asal Padaherang, Atikah (45) mengaku, mengetahui anaknya sakit sejak Kamis (19/7/2024) malam.

 

“Ada mencret, sakit perut, mual. Tadi (19/7/2024) pagi sempat sekolah tapi masih mencret,” ujar Atikah kepada sejumlah wartawan di ruangan UKS di SMA Negeri 1 Mangunjaya, Jum’at (19/7/2024) siang.

 

Sebelum merasakan sakit perut, mual dan mencret ternyata sempat memakan hidangan di SMA Negeri 1 Mangunjaya.

 

“Katanya, sih makan mie di sekolah (waktu MPLS). Makanannya dari sekolah,” katanya.

 

Meskipun demikian, sejak dirawat tenaga medis, sampai saat ini Ia belum mendapatkan hasil dari pihak dokter. “Belum tahu ini hasilnya, kenapa,” ucap Atikah.

 

Sementara Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan di SMA Negeri 1 Mangunjaya, Nuryaman mengatakan, terkait masalah keracunan pihaknya belum bisa menjelaskan.

 

“Karena, itu ditangani oleh dinas kesehatan dari Puskesmas Mangunjaya,” ujarnya.

 

Jika siswa lainnya masih dirawat di ruangan UKS dan menurut pengakuannya ternyata anaknya pertama belum makan dan kedua mempunyai penyakit lambung.

 

“Kalau soal keracunan makanan, kami belum bisa menjawab karena masih ditangani oleh dinas kesehatan,” katanya.

 

Untuk penanganan, Ia bersyukur SMA Negeri 1 Mangunjaya sudah bekerja sama dengan PKM atau Puskesmas Mangunjaya.”Yang sakit, itu ada sekitar 20 siswa,” ucap Nuryaman.

 

Mereka ada yang dirawat di UKS SMA Negeri 1 Mangunjaya dan ada yang dirawat di Puskesmas Mangunjaya. “Alhamdulillah, yang di sini (UKS) mulai membaik,” ucapnya. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pangan Sedunia 2026, Jamtani Soroti Petani Muda: Lahan Sempit dan Keuntungan Rendah Jadi Penghambat

16 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Kebakaran Hebat Landa Bukit di Karangsari Pangandaran, Lebih 10 Hektare Lahan Terancam

14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Tangani Dampak Kekeringan, Pemkab Pangandaran Siapkan Rp 596 Juta untuk 90 Toren Air

14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Polemik Anggaran Milangkala ke-14, Miftah Mujahid Desak Pemda Pangandaran Buka Rincian Pembiayaan

12 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Diketahui Penyebabnya, Huller Gabah Padi di Ciganjeng Pangandaran Kebakaran Hebat

12 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Trending di Daerah