Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Headline

Ramadhan 2024, Dapur Mimi di Pangandaran Banyak Terima Pesanan

badge-check


					Ramadhan 2024, Dapur Mimi di Pangandaran Banyak Terima Pesanan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM  –  Bulan suci ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah dan barokah. Meski puasa, tidak sedikit orang yang sengaja mengais rezeki.

Seperti, mulai dari pengolahan buah kolang kaling dan menjual berbagai menu makanan takjil untuk berbuka puasa.

Selain itu, ada juga yang membuat beraneka ragam macam kue untuk hidangkan di momen bulan suci ramadhan.

Seperti yang dikerjakan Diana Mardiana (29) di RT 14/06 Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Sudah 3 kali lebaran setiap hari Diana menghabiskan waktunya untuk memproduksi berbagai macam kue mulai dari kue basah hingga kue kering.

Tidak hanya siang hari, perempuan yang memiliki dua anak kembar ini sering membuat kue pesanan hingga larut malam.

Diana mengaku, bulan ramadhan tahun 2024 ini sudah cukup banyak menerima pesanan kue kering untuk lebaran nanti.

Pesanan kue kering yang masuk sudah ada sekitar 700 toples dan itu belum termasuk pesanan baru.

“Ukurannya macem-macem, ada toples yang besar, sedang dan ada yang kecil. Seminggu sebelum puasa, sebenarnya saya sudah produksi,” jelasnya di rumah kecilnya, Jum’at (29/3/2024).

Saat memproduksi kue kering, sehari harinya dia mengaku dibantu oleh kakak dan ibunya.

Ada beberapa kue kering diproduksi Diana yakni kue nastar, putri salju, kastangel, sagu keju, semprit susu, coklat mede, kacang mede, agar kering dan sebagainya.

“Kalau harganya itu variatif tergantung jenis dan beratnya. Seperti kue nastar, satu toples kecilnya Rp 20 ribu, toples ukuran besar Rp 40 ribu sampai Rp 65 ribu,” jelasnya.

Meskipun butuh ketelatenan yang ekstra, Ia bersyukur di bulan ramadhan ini hasil produksinya ramai diminati konsumen.

“Ya, alhamdulilah puasa menjadi bulan yang penuh barokah, rezeki selalu ngalir. Sama seperti bulan puasa di tahun sebelumnya, banyak pesanan kue kering,” ungkap Diana.

Selain kue kering, Dia pun memproduksi berbagai macam kue basah seperti kue brownies, bolu gulung, bolu panggang, bolu santan, kue ulang tahun dan berbagai jenis kue lainnya.

Kalau soal harga, itu tergantung ukuran dan jenisnya. Harga, mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 500 ribu per kuenya.

“Alhamdulillah, selain keu kering, banyak yang pesan kue basah. Ada yang buat buka puasa, ulang tahun dan menu buat lebaran idulfitri nanti,” ungkapnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Momen Perpisahan Sekda Kusdiana, Disdikpora Pangandaran Datang Koboy Lengkap dengan Kudanya

6 Mei 2026 - 10:23 WIB

Purna Tugas, Kominfo Pangandaran Siarkan Langsung Perpisahan Sekda Kusdiana

6 Mei 2026 - 10:01 WIB

IJTI: Jangan Korbankan Jurnalis, Selamatkan Pilar Keempat Demokrasi

2 Mei 2026 - 18:04 WIB

Lapas Kelas IIB Ciamis Dorong Kreativitas Warga Binaan Lewat Pojok Musik

30 April 2026 - 20:48 WIB

Baksos Anggota DPR Ida Nurlaela Bersama Hesti Mulyati Bangun Kembali Rumah Terdampak Bencana di Pangandaran

30 April 2026 - 18:27 WIB

Trending di Daerah