Menu

Mode Gelap
Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG

Headline

Ramadhan 2024, Dapur Mimi di Pangandaran Banyak Terima Pesanan

badge-check


					Ramadhan 2024, Dapur Mimi di Pangandaran Banyak Terima Pesanan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM  –  Bulan suci ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah dan barokah. Meski puasa, tidak sedikit orang yang sengaja mengais rezeki.

Seperti, mulai dari pengolahan buah kolang kaling dan menjual berbagai menu makanan takjil untuk berbuka puasa.

Selain itu, ada juga yang membuat beraneka ragam macam kue untuk hidangkan di momen bulan suci ramadhan.

Seperti yang dikerjakan Diana Mardiana (29) di RT 14/06 Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Sudah 3 kali lebaran setiap hari Diana menghabiskan waktunya untuk memproduksi berbagai macam kue mulai dari kue basah hingga kue kering.

Tidak hanya siang hari, perempuan yang memiliki dua anak kembar ini sering membuat kue pesanan hingga larut malam.

Diana mengaku, bulan ramadhan tahun 2024 ini sudah cukup banyak menerima pesanan kue kering untuk lebaran nanti.

Pesanan kue kering yang masuk sudah ada sekitar 700 toples dan itu belum termasuk pesanan baru.

“Ukurannya macem-macem, ada toples yang besar, sedang dan ada yang kecil. Seminggu sebelum puasa, sebenarnya saya sudah produksi,” jelasnya di rumah kecilnya, Jum’at (29/3/2024).

Saat memproduksi kue kering, sehari harinya dia mengaku dibantu oleh kakak dan ibunya.

Ada beberapa kue kering diproduksi Diana yakni kue nastar, putri salju, kastangel, sagu keju, semprit susu, coklat mede, kacang mede, agar kering dan sebagainya.

“Kalau harganya itu variatif tergantung jenis dan beratnya. Seperti kue nastar, satu toples kecilnya Rp 20 ribu, toples ukuran besar Rp 40 ribu sampai Rp 65 ribu,” jelasnya.

Meskipun butuh ketelatenan yang ekstra, Ia bersyukur di bulan ramadhan ini hasil produksinya ramai diminati konsumen.

“Ya, alhamdulilah puasa menjadi bulan yang penuh barokah, rezeki selalu ngalir. Sama seperti bulan puasa di tahun sebelumnya, banyak pesanan kue kering,” ungkap Diana.

Selain kue kering, Dia pun memproduksi berbagai macam kue basah seperti kue brownies, bolu gulung, bolu panggang, bolu santan, kue ulang tahun dan berbagai jenis kue lainnya.

Kalau soal harga, itu tergantung ukuran dan jenisnya. Harga, mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 500 ribu per kuenya.

“Alhamdulillah, selain keu kering, banyak yang pesan kue basah. Ada yang buat buka puasa, ulang tahun dan menu buat lebaran idulfitri nanti,” ungkapnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JPKP Perjuangkan Solusi Banjir dan Nasib Petani di Pangandaran

25 Agustus 2026 - 17:28 WIB

Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

23 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Afnalink Perkuat Legalitas Mitra ISP dan Tertibkan Infrastruktur Jaringan di Pangandaran

20 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Perkuat Swasembada Pangan Nasional, Polres Banjar Gerakkan Petani Tanam 200 Kg Bawang Putih

19 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

19 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Trending di Daerah