Menu

Mode Gelap
Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025 Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Casabadia Villas & Hotel Pangandaran by Horison Hadirkan Konsep Villa dan Hotel Tropical Lifestyle Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bangkit, Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global Korban Banjir di Maruyungsari Pangandaran Alami Gejala Sakit, Puskesmas Padaherang Turun ke Lapangan

Daerah

Siswa SD di Kalipucang Pangandaran Jadi Korban Penipuan OTK

badge-check


					Siswa SD di Kalipucang Pangandaran Jadi Korban Penipuan OTK Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Empat SD di wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran didatangi  orang tidak dikenal (OTK)dan melakukan penipuan terhadap siswa.

Empat SD itu yakni, SD Negeri 1 Banjarharja, SD Negeri 1 Bagolo, SD Negeri 4 Putrapinggan, dan SD Negeri 3 Putrapinggan.

Kapolsek Kalipucang, AKP Iman Sudirman, membenarkan, adanya kejadian penipuan atau penggelapan terhadap siswa SD yang terjadi di 4 SD di wilayah hukumnya.

“Pertama, yang terjadi di SDN 1 Banjarharja. Dan terjadi saat jam istirahat sekolah pukul 09.00 WIB, saat ketiga korban berada di dalam ruangan kelas,” katanya, Selasa (15/4/2025).

Saat berada di ruangan kelas, kemudian ditemui oleh seorang pria yang masuk ke dalam kelas mengaku sebagai guru baru.

“Pria itu meminta korban menyerahkan perhiasannya untuk dikumpulkan di ruang guru. Sehingga, korban menurutinya,” ungkap Iman.

Korban bernama Ina Kelas 1 SD mengalami kerugian berupa kalung emas 4 gram, cincin emas 1 gram, gelang emas 3 gram.

Kemudian korban bernama Airin kelas 1 SD kerugian barang berupa kalung emas 3 gram, dan korban bernama Desai kelas 1 SD berupa kalung emas.

Kedua, terjadi di SDN 1 Bagolo. Pada Selasa 15 April 2025 pukul 07.30 WIB pelaku laki-laki masuk kedalam ruang kelas 3.

“Pelaku mengatakan akan ada razia dari kepolisian dan meminta agar para siswi menyerahkan perhiasannya. Korbannya bernama, Rasya Putri, dan Qisti,” katanya.

Ketiga, terjadi di SDN 4 Putrapinggan. Pada Selasa tanggal 15 April 2025 pukul 07.08 WIB, ada seorang pria mengaku sebagai guru baru.

“Dia langsung masuk area sekolah menemui siswi bernama Najwa dan meminta perhiasan cincin dengan alsan akan ada Razia,” papar Iman.

Keempat, terjadi di SDN 3 Putrapinggan. Pada Selasa 15 Apri 2025 pukul 06.45 WIB pelaku seorang pria menemui korban diruang kelas.

“Pelaku mengaku sebagai guru baru dan meminta perhiasan kalung milik siswi bernama Sahila dengan alasan akan ada razia kepolisian,” jelasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan

3 Februari 2026 - 20:31 WIB

Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

3 Februari 2026 - 15:26 WIB

Bau Menyengat, PHRI Bantah Limbah di Pantai Pangandaran dari Hotel

3 Februari 2026 - 12:49 WIB

Polres Banjar Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Wujudkan Lalu Lintas Tertib

2 Februari 2026 - 20:34 WIB

Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran

2 Februari 2026 - 12:36 WIB

Trending di Bisnis