LENSAPRIANGAN.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyiapkan anggaran sekitar Rp596 juta untuk pengadaan 90 unit toren atau tandon air bersih berkapasitas 2.000 liter untuk membantu penanganan dampak kekeringan.
Pengadaan tandon itu menjadi satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan DPRD dan berbagai pihak untuk mencari solusi agar penyaluran air bersih dapat berjalan lebih efektif.
“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pengadaan 90 unit toren tandon air bersih,” ungkapnya di kantornya, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, tandon berkapasitas 2.000 liter itu akan ditempatkan di desa-desa.
Selanjutnya, Pemdes akan memberikan rekomendasi terkait lokasi dan masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
Dengan skema itu, distribusi air dinilai akan lebih terarah dan dapat menjangkau warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Dodo berharap, pengadaan 90 unit tandon dapat direalisasikan dalam waktu dekat, yakni pekan ini atau paling lambat pekan depan.
“Semoga bisa terealisasi minggu ini atau paling lambat minggu depan,” kata Dodo.
Terkait kebutuhan anggaran, Dodo menyebut biaya pengadaan satu unit tandon beserta kebutuhan pendukungnya diperkirakan mencapai Rp 6,6 juta.
Dengan jumlah 90 unit toren, total anggaran yang akan disiapkan pemerintah diperkirakan mencapai Rp 596 juta lebih.
“Anggaran pengadaan tandon air bersumber dari dana kedaruratan yang dialokasikan untuk mendukung penanganan kondisi darurat akibat kekeringan,” jelasnya. ***






