Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Daerah

Puluhan Hektare Lahan Sawah di Pangandaran Diserang Hama Wereng 

badge-check


					Poto: by web Perbesar

Poto: by web

LENSAPRIANGAN.COM – Puluhan hektare lahan pesawahan di Kecamatan Langkaplancar, Pangandaran, Jawa Barat terancam gagal panen akibat diserang hama wereng.

 

Lahan pesawahan yang terserang di tiga desa yakni, Desa Sukamulya, Desa jadimulya, Desa Karangkamiri. Hama wereng menyerang sudah 2 Minggu.

 

Salah seorang petani dari Langkaplancar, Undang Dursa mengaku padi miliknya terancam gagal panen akibat hama wereng.

 

“Padahal, padi yang kami tanam sudah mengering. Tapi berubah warna menjadi agak kuning kemerahan. Ya itu akibat hama wereng,” kata Undang, Selasa, (7/5/2024).

 

Undang juga mengatakan, berbagai langkah sudah dilakukan untuk menghalau hama tersebut dengan melakukan penyemprotan pestisida.

 

“Sudah 2 pekan ini hama wereng menyerbu. Sudah berbagai langkah kami lakukan dengan menyemprot berbagai pestisida. Tapi, tetap saja hama wereng menyerang batang dan akar padi,” tuturnya.

 

Undang khawatir jika tanaman padi miliknya akan gagal panen.

 

Menurutnya, hama wereng tidak hanya menyerang padi yang berusia muda, akan tetapi padi yg hampir berbuah.

 

“Petani di desa kami sudah berusaha selebihnya kami pasrah,” ucap Undang

 

Sementara itu, petani di Desa Karangkamiri, Kusmana menuturkan, hama wereng juga menyerang lahan sawah miliknya.

 

Puluhan hektar tanaman padi di desanya juga terancam gagal panen.

 

“Kalau di desa kami sudah ada yang mengalami gagal panen dengan usia padi sudah 2 bulan lebih,” terang Kusmana.

 

Serangan hama wereng di desanya sudah terjadi sejak dua pekan terakhir ketika padi masih berusia 1,5 bulan.

 

“Kami juga berupaya mencegah meluasnya serangan hama wereng. Tapi, tidak membuahkan hasil. Petani di desa kami dipastikan akan mengalami kerugian yang cukup besar,” bebernya.

 

Kerugian yang dialami oleh petani di Langkaplancar rata-rata sekitar jutaan rupiah.

 

“Rata-rata petani di desa kami gagal panen. Jadi kita hanya pasrah dengan kondisi ini, jika dihitung kerugian bisa mencapai jutaan rupiah,” tambahnya.

 

Pihaknya berharap agar ada langkah dari pemerintah untuk bisa mengendalikan hama wereng ini.

 

Ia mengaku, selama ini belum ada tindakan apapun dari pemerintah untuk mencegah agar hama wereng tidak meluas.

 

“Semoga ada tindakan dari pemerintah untuk membantu kami para petani ini dari ancaman gagal panen,” ujarnya. (art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lapas Kelas IIB Ciamis Dorong Kreativitas Warga Binaan Lewat Pojok Musik

30 April 2026 - 20:48 WIB

Baksos Anggota DPR Ida Nurlaela Bersama Hesti Mulyati Bangun Kembali Rumah Terdampak Bencana di Pangandaran

30 April 2026 - 18:27 WIB

Dukung Penataan Kawasan Wisata, PLN di Pangandaran akan Tanam Kabel Listrik di Bawah Tanah

30 April 2026 - 16:02 WIB

Internet Rakyat Siap Penuhi Kebutuhan Akses Cepat 

28 April 2026 - 18:44 WIB

Pasanggiri Mojang Jajaka Pangandaran 2026 Resmi Digelar, Ajang Seleksi Menuju Grand Final

24 April 2026 - 11:06 WIB

Trending di Daerah