Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

News

Pihak PT Trie Mukti Pratama Putra Bungkam Ditanya Soal Geotextil

badge-check


					Pihak PT Trie Mukti Pratama Putra Bungkam Ditanya Soal Geotextil Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Pihak pelaksana pembangunan preservasi Jalan Bandung – Cileunyi – Rancaekek (segmen1) Jawa Barat yang dikerjakan oleh PT Trie Mukti Pratama Putra dengan nilai Pagu anggaran Rp 68.877.359.000 bungkam. Pihak pelaksana memilih diam dan tidak memberikan jawaban apapun saat ditanya terkait alasan kenapa curing beton pekerjaan itu tidak menggunakan geotextil sebagai cover penutup beton.

Diberitakan sebelumnya, selain mengakibatkan kemacetan, pekerjaan tersebut juga diduga tidak sesuai spek. Hal itu merujuk pada aturan Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) tentang mutu pada perkerasan kaku dan spesifikasi umum beton.

“Dimana dalam dokumen tersebut dijelaskan, mengenai peran penting proses curing beton dalam mempertahankan mutu beton yang sesuai harapan,”

“Tapi yang saya lihat penutup beton didalam pekerjaan itu menggunakan plastik. Menurut saya itu sudah tidak relevan,apalagi pembangunan jalan tingkat nasional harusnya itu lebih optimal dalam mutu dan kualitasnya,” kata Praktisi Kontruksi Tito Santiko ST.

Diketahui, preservasi Jalan Bandung – Cileunyi – Rancaekek, yang dikerjakan oleh PT Trie Mukti Pratama, melalui satuan kerja PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH IV PROVINSI JAWA BARAT dalam spesifikasi teknik untuk curing beton masih menggunakan plastik.

Cara ini sudah ketinggalan jaman, jika metode atau analisa lama masih digunakan. Karena pekerjaan itu merupakan Jalan Nasional bukan jalan Desa atau Kecamatan.

“Saya harap, direksi serta penyedia jasa, jangan asal asalan dengan mutu dan kualitas karena dapat merugikan keuangan negara,” tegasnya

Perlu diketahui beberapa lokasi di Indonesia untuk pekerjaan konstruksi jalan beton sudah menggunakan geotextil sebagai cover penutup beton.

Fungsinya, agar kelembaban beton tetap terjaga sehingga hasil pengencoran tidak cepat kering dan retak akibat paparan panas matahari dan itu di lakukan selama 7 hari berturut turut. “Aturan sudah jelas harus menggunakan geotextil,” katanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah