Menu

Mode Gelap
Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran Angin Kencang Terjang Padaherang, Warung Didi Ambruk dan Rugi Rp 10 Juta KUA Cimerak Pangandaran Gencarkan Edukasi Keagamaan di Bulan Ramadan 2026 Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

News

Pihak PT Trie Mukti Pratama Putra Bungkam Ditanya Soal Geotextil

badge-check


					Pihak PT Trie Mukti Pratama Putra Bungkam Ditanya Soal Geotextil Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Pihak pelaksana pembangunan preservasi Jalan Bandung – Cileunyi – Rancaekek (segmen1) Jawa Barat yang dikerjakan oleh PT Trie Mukti Pratama Putra dengan nilai Pagu anggaran Rp 68.877.359.000 bungkam. Pihak pelaksana memilih diam dan tidak memberikan jawaban apapun saat ditanya terkait alasan kenapa curing beton pekerjaan itu tidak menggunakan geotextil sebagai cover penutup beton.

Diberitakan sebelumnya, selain mengakibatkan kemacetan, pekerjaan tersebut juga diduga tidak sesuai spek. Hal itu merujuk pada aturan Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) tentang mutu pada perkerasan kaku dan spesifikasi umum beton.

“Dimana dalam dokumen tersebut dijelaskan, mengenai peran penting proses curing beton dalam mempertahankan mutu beton yang sesuai harapan,”

“Tapi yang saya lihat penutup beton didalam pekerjaan itu menggunakan plastik. Menurut saya itu sudah tidak relevan,apalagi pembangunan jalan tingkat nasional harusnya itu lebih optimal dalam mutu dan kualitasnya,” kata Praktisi Kontruksi Tito Santiko ST.

Diketahui, preservasi Jalan Bandung – Cileunyi – Rancaekek, yang dikerjakan oleh PT Trie Mukti Pratama, melalui satuan kerja PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH IV PROVINSI JAWA BARAT dalam spesifikasi teknik untuk curing beton masih menggunakan plastik.

Cara ini sudah ketinggalan jaman, jika metode atau analisa lama masih digunakan. Karena pekerjaan itu merupakan Jalan Nasional bukan jalan Desa atau Kecamatan.

“Saya harap, direksi serta penyedia jasa, jangan asal asalan dengan mutu dan kualitas karena dapat merugikan keuangan negara,” tegasnya

Perlu diketahui beberapa lokasi di Indonesia untuk pekerjaan konstruksi jalan beton sudah menggunakan geotextil sebagai cover penutup beton.

Fungsinya, agar kelembaban beton tetap terjaga sehingga hasil pengencoran tidak cepat kering dan retak akibat paparan panas matahari dan itu di lakukan selama 7 hari berturut turut. “Aturan sudah jelas harus menggunakan geotextil,” katanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sedih! Mau Lebaran, Sepeda Motor Milik Paijan di Pangandaran Diambil Orang

18 Maret 2026 - 15:46 WIB

Coko Run 100 Meter Meriahkan Malam di Banjar, Polres Dorong Energi Positif Generasi Muda

18 Maret 2026 - 11:39 WIB

Kapolres Cek Pospam Operasi Ketupat Lodaya 2026, di Jalur Wisata Pangandaran

17 Maret 2026 - 14:11 WIB

Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Siapkan 12 Shuttle Gratis 

17 Maret 2026 - 13:49 WIB

Ram Cek Jelang Lebaran, Petugas Gabungan Periksa Bus Umum di Terminal Pangandaran

16 Maret 2026 - 21:22 WIB

Trending di Daerah