Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Bisnis

Saat Barang Langka, Harga Kelapa Tua di Pangandaran Melesat

badge-check


					Saat Barang Langka, Harga Kelapa Tua di Pangandaran Melesat Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Saat ini, harga kelapa tua di Kabupaten Pangandaran masih meroket. Di para petani harga buah kelapa tua mencapai di harga Rp 7000 per butir.

Hal itu disampaikan  sejumlah petani kebun di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Petani di Kecamatan Parigi, Hendra (40) menyebut, harga kelapa tua sekarang jauh berbeda dari sebelumnya.

“Sekarang, kalau kita punya 100 butir saja bisa dapat uang sekitar Rp 700 ribu. Kan, harganya sudah Rp 7000 per butir,” katanya, Kamis (15/5/2025).

Harga kelapa tua sekarang mengalami kenaikan yang cukup signifikan ini dibandingkan dengan tahun 2024 lalu.

“Kalau tahun kemarin paling tinggi itu di harga Rp 3 ribu per butir. Sekarang, harganya sudah dua kali lipat,” ungkap Hendra.

Bahkan, bulan April 2025 kemarin harga kelapa tua sempat menyentuh harga hingga Rp 8 ribu per butir.

Tentu, harga itu menjadi rekor tertinggi bagi petani di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.

Meskipun harga tinggi, kini keberadaan buah kelapa tua di kebun mengalami kelangkaan. Biasanya memanen 1000 butir, sekarang paling banyak dapat sekitar 600 butir.

“Jadi ketika harga tinggi, buah kelapa di kebun malah berkurang. Ya, mungkin harus dipupuk lagi,” jelasnya.

Bakul kelapa di Pangandaran, Sahidin mengaku, membeli buah kelapa tua hasil dari petani lokal di Pangandaran.

“Kita beli kelapa tua dari Pangandaran dan dijual ke luar daerah. Tapi, sekarang buahnya langka,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Renovasi Dapur Tak Dikerjakan, Warga Padaherang Pangandaran Mengaku Rugi Rp 10 Juta

25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Momen Puncak Milangkala ke-14 Pangandaran Sepi, Banyak Anggota DPRD Absen

25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Pakai Bus Dishub, Rombongan Bupati Pangandaran Silaturahmi ke Tokoh Presidium Dalam Milangkala ke14

20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Polres Pangandaran Perkuat Karakter Siswa Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan

19 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Bazar UMKM Rumah BUMN Pangandaran Jadi Ajang Promosi Produk Lokal

19 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Trending di Bisnis