Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Disdikpora Pangandaran Evaluasi Program Pendidikan Karakter Melesat, Salat Jumat Tunggu Fatwa MUI

badge-check


					Disdikpora Pangandaran Evaluasi Program Pendidikan Karakter Melesat, Salat Jumat Tunggu Fatwa MUI Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran menggelar evaluasi program Pendidikan Karakter Melesat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah pihak, mulai para camat, perwakilan Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi Islam, hingga stakeholder terkait lainnya digelar di SMP Negeri 1 Parigi, Senin (20/4/2026).

Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, mengatakan hasil sementara evaluasi menunjukkan perlunya optimalisasi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di sekolah, khususnya salat berjamaah.

“Untuk pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah, perlu ada penyesuaian dibanding kegiatan lainnya,” katanya.

Untuk aktivitas dihentikan saat upacara kenaikan bendera dan sejumlah kegiatan keagamaan lain seperti salat Dhuha sudah disepakati untuk dilaksanakan secara rutin di sekolah.

Namun demikian, pelaksanaan salat Jumat berjamaah bagi siswa SMP masih menunggu fatwa dari MUI.

Menurutnya, terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi agar pelaksanaan salat Jumat dinyatakan sah.

“Salat Jumat memiliki syarat tertentu, salah satunya jumlah jamaah minimal 40 orang. Selain itu, harus dilaksanakan di masjid yang memiliki legalitas, termasuk surat keputusan dari Kementerian Agama,” kata Soleh.

Pihaknya pun akan segera mengajukan permohonan resmi kepada MUI untuk mendapatkan fatwa terkait kebijakan itu, khususnya mengenai pelaksanaan salat Jumat di lingkungan sekolah.

Ia menyoroti masukan dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) terkait pelaksanaan salat Jumat oleh siswa. Tanpa pembinaan dan pengawasan, siswa dikhawatirkan tidak menjalankan ibadah dengan khusyuk.

“Ketika tidak ada bimbingan dari guru, ada potensi siswa menjalankan salat Jumat sambil bercanda. Ini tentu menjadi perhatian,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, Soleh berencana menerbitkan surat edaran yang mengatur pelaksanaan salat Jumat berjamaah di sekolah, termasuk keterlibatan guru laki-laki dalam pengawasan dan pembinaan siswa.

“Kami ingin pelaksanaan salat Jumat di sekolah nantinya berada dalam pengawasan guru, sehingga berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan,” ungkap Soleh. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pakai Bus Dishub, Rombongan Bupati Pangandaran Silaturahmi ke Tokoh Presidium Dalam Milangkala ke14

20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Polres Pangandaran Perkuat Karakter Siswa Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan

19 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Bazar UMKM Rumah BUMN Pangandaran Jadi Ajang Promosi Produk Lokal

19 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu

17 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Jumat Keliling, Kapolres Banjar Serap Aspirasi dan Ajak Warga Perkuat Keamanan Lingkungan

16 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Trending di Daerah