Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Headline

Eks Bupati Dua Periode Minta Masyarakat Pangandaran Jaga Kondusifitas Daerah

badge-check


					Eks Bupati Dua Periode Minta Masyarakat Pangandaran Jaga Kondusifitas Daerah Perbesar

LENSAPANGANDARAN.COM – Bupati Pangandaran pertama yang sempat menjabat dua periode, Jeje Wiradinata, meminta masyarakat untuk menjaga kondusifitas dan stabilitas keamanan di daerah, khususnya di tengah meningkatnya aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah.

Jeje, yang kini menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, menyoroti adanya demonstrasi yang kerap berujung pada tindakan anarkis, seperti perusakan fasilitas umum dan ruang publik.

“Dalam demokrasi, penyampaian aspirasi dijamin oleh undang-undang. Namun, aspirasi sekecil apapun harus disampaikan dengan cara yang santun dan tetap menjaga ketertiban,” katanya, Minggu (31/8/2025).

Menurutnya, dinamika politik dan sosial yang berkembang saat ini yakni bentuk keinginan masyarakat untuk melihat adanya perbaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun, Ia menekankan agar aksi unjuk rasa maupun demonstrasi itu tidak melampaui batas dan merugikan kepentingan umum.

“Saya melihat ada dinamika yang kebablasan. Ini yang sangat disayangkan,” ungkap Jeje.

Sementara di Pangandaran sendiri, adalah satu daerah yang terkenal dengan tempat wisata dan tentu sangat bergantung pada kenyamanan dan keamanan pengunjung.

“Untuk itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga citra Pangandaran sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara,” ucap Jeje.

Meskipun demikian, kata Jeje, siapapun yang ingin menyampaikan aspirasi, itu dipersilakan, tapi harus memperhatikan kondisi Pangandaran sebagai kawasan wisata.

“Jangan sampai aksi yang dilakukan merusak ketertiban umum,” tegasnya.

Ia pun menekankan pentingnya persatuan masyarakat untuk menjaga Pangandaran untuk tetap aman dan kondusif.

“Kita hormati yang menyampaikan aspirasi, tapi kita juga harus tangkal segala bentuk anarkisme. Ini saatnya kita bersatu demi Pangandaran yang lebih baik,” ungkapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah