Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Daerah

Polisi di Pangandaran Amankan Perbatasan Jabar-Jateng pada Hari Tani Nasional

badge-check


					Polisi di Pangandaran Amankan Perbatasan Jabar-Jateng pada Hari Tani Nasional Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Selasa (23/9/2025) malam, anggota Polisi dari Polsek Kalipucang dan Padaherang, Polres Pangandaran, dikerahkan untuk melakukan pengamanan.

Pengamanan ini dilaksanakan di jalan raya perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, tepatnya di pertigaan Pancimas, Kalipucang.

Hal ini dilakukan menjelang aksi unjuk rasa dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional yang digelar Rabu (24/9/2025) di Jakarta.

Ribuan massa terdiri dari petani, mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat dikabarkan akan melakukan long march menuju gedung DPR/MPR RI di Jakarta Pusat.

Kapolsek Kalipucang, AKP Iman Sudirman, mengatakan, patroli dan pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami melakukan pengecekan terhadap penumpang kendaraan, khususnya bus jurusan Jakarta, termasuk pemeriksaan identitas dan barang bawaan,” jelasnya.

Namun, sejauh ini tidak ditemukan barang mencurigakan seperti senjata tajam ataupun penumpang gelap.

Menurutnya, kegiatan pengamanan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada oknum yang memanfaatkan aksi unjuk rasa yang mengganggu ketertiban umum.

“Aksi unjuk rasa besok diperkirakan akan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah seperti Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, serta Cilacap, Jawa Tengah,” ungkap Iman.

Mereka membawa sembilan tuntutan utama terkait pelaksanaan reforma agraria dan dampak dari 65 tahun berlakunya Undang Undang Pokok Agraria (UUPA) Tahun 1960, yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada petani. (W2n)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah