Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Sosok Ketua Yayasan Himatera di Pangandaran yang Ditetapkan Jadi Tersangka

badge-check


					Sosok Ketua Yayasan Himatera di Pangandaran yang Ditetapkan Jadi Tersangka Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Ketua Yayasan Rumah Solusi Himatera Indonesia (RSHI), berinisial D, resmi ditetapkan jadi tersangka oleh Polres Pangandaran atas dugaan kasus penelantaran pasien hingga menyebabkan kematian.

Penetapan status hukum ini, kini menimbulkan kekhawatiran atas nasib 94 pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kini masih berada di yayasan tersebut.

Penasehat hukum D, Miftah Mujahid, menyampaikan, bahwa kliennya merupakan sosok yang sudah lama mendedikasikan diri dalam dunia kemanusiaan, khususnya di bidang penanganan ODGJ.

Sebelum mendirikan yayasan, D dikenal sebagai pengajar dan terapis yang memiliki keahlian khusus dalam menangani pasien dengan gangguan kejiwaan.

“Dulu beliau hanya membuka praktik biasa, tidak besar, tidak terkenal. Tapi banyak orang datang karena keahliannya.”

“Akhirnya, setelah ada dukungan dari dinas terkait, berdirilah yayasan Himatera,” paparnya, Selasa (14/10/2025).

Yayasan Himatera sendiri kini menjadi tempat penampungan bagi pasien ODGJ, termasuk mereka yang tidak memiliki keluarga atau dititipkan langsung oleh Dinas Sosial maupun masyarakat.

Kondisi ini menjadi perhatian serius setelah D ditahan dan tidak lagi bisa mengelola langsung aktivitas harian di yayasan.

“Yang bisa mengendalikan mereka itu hanya D. Sekarang, setelah ditahan, kami khawatir penanganan pasien akan terbengkalai,” ungkap Miftah.

Pihaknya pun akan mengupayakan penangguhan penahanan terhadap D dengan berbagai pertimbangan, termasuk aspek kemanusiaan dan keberlanjutan perawatan terhadap pasien di yayasan.

“Kami akan terus mendampingi beliau secara hukum. Tapi yang tidak boleh dilupakan adalah keberadaan para sahabat jiwa di Himatera. Ini tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.

Miftah pun berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Pangandaran untuk segera mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan dinas terkait untuk menangani pasien-pasien yang ada di yayasan tersebut.

“Kalau tidak segera ditangani, ini bisa jadi beban berat bagi keluarga yayasan dan juga berisiko menelantarkan pasien,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Kodim Pangandaran Pererat Kebersamaan Lewat Makan Bersama Warga

5 November 2026 - 12:46 WIB

Brigjen TNI Raja Beni Arifin Tinjau Langsung Progres TMMD ke-130 di Pangandaran

4 November 2026 - 19:12 WIB

Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Maspuah di Langkaplancar Pangandaran Kini Miliki Rumah Permanen 

4 November 2026 - 16:42 WIB

Solar Subsidi Bersubsidi Diduga untuk Alat Berat di Pangandaran, Pengawasan Jangan Tutup Mata

2 November 2026 - 16:04 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Perkuat Pondasi Rutilahu Milik Siti di Desa Mekarwangi

2 November 2026 - 13:58 WIB

Trending di Daerah