Menu

Mode Gelap
Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran Angin Kencang Terjang Padaherang, Warung Didi Ambruk dan Rugi Rp 10 Juta KUA Cimerak Pangandaran Gencarkan Edukasi Keagamaan di Bulan Ramadan 2026 Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

Daerah

Sosok Ketua Yayasan Himatera di Pangandaran yang Ditetapkan Jadi Tersangka

badge-check


					Sosok Ketua Yayasan Himatera di Pangandaran yang Ditetapkan Jadi Tersangka Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Ketua Yayasan Rumah Solusi Himatera Indonesia (RSHI), berinisial D, resmi ditetapkan jadi tersangka oleh Polres Pangandaran atas dugaan kasus penelantaran pasien hingga menyebabkan kematian.

Penetapan status hukum ini, kini menimbulkan kekhawatiran atas nasib 94 pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kini masih berada di yayasan tersebut.

Penasehat hukum D, Miftah Mujahid, menyampaikan, bahwa kliennya merupakan sosok yang sudah lama mendedikasikan diri dalam dunia kemanusiaan, khususnya di bidang penanganan ODGJ.

Sebelum mendirikan yayasan, D dikenal sebagai pengajar dan terapis yang memiliki keahlian khusus dalam menangani pasien dengan gangguan kejiwaan.

“Dulu beliau hanya membuka praktik biasa, tidak besar, tidak terkenal. Tapi banyak orang datang karena keahliannya.”

“Akhirnya, setelah ada dukungan dari dinas terkait, berdirilah yayasan Himatera,” paparnya, Selasa (14/10/2025).

Yayasan Himatera sendiri kini menjadi tempat penampungan bagi pasien ODGJ, termasuk mereka yang tidak memiliki keluarga atau dititipkan langsung oleh Dinas Sosial maupun masyarakat.

Kondisi ini menjadi perhatian serius setelah D ditahan dan tidak lagi bisa mengelola langsung aktivitas harian di yayasan.

“Yang bisa mengendalikan mereka itu hanya D. Sekarang, setelah ditahan, kami khawatir penanganan pasien akan terbengkalai,” ungkap Miftah.

Pihaknya pun akan mengupayakan penangguhan penahanan terhadap D dengan berbagai pertimbangan, termasuk aspek kemanusiaan dan keberlanjutan perawatan terhadap pasien di yayasan.

“Kami akan terus mendampingi beliau secara hukum. Tapi yang tidak boleh dilupakan adalah keberadaan para sahabat jiwa di Himatera. Ini tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.

Miftah pun berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Pangandaran untuk segera mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan dinas terkait untuk menangani pasien-pasien yang ada di yayasan tersebut.

“Kalau tidak segera ditangani, ini bisa jadi beban berat bagi keluarga yayasan dan juga berisiko menelantarkan pasien,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box

13 Maret 2026 - 13:18 WIB

Jelang Operasi Ketupat 2026, Polres Banjar Salurkan Sembako dan Perlengkapan Lalulintas

13 Maret 2026 - 13:10 WIB

Penyegaran Organisasi, Bupati Pangandaran Lantik Pejabat Eselon III

12 Maret 2026 - 23:05 WIB

Jelang Lebaran 2026, Bupati Pangandaran Siagakan Layanan Kesehatan

12 Maret 2026 - 10:51 WIB

Gerakan Pangan Murah Polres Pangandaran, Ratusan Warga Berburu Sembako

11 Maret 2026 - 18:55 WIB

Trending di Daerah