LENSAPRIANGAN.COM – Sudah satu semester berlalu, ratusan pelajar SMP Negeri 1 Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menanti hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga kini, mereka belum juga merasakan manfaat program yang sebelumnya sempat dijanjikan akan berjalan sejak awal tahun pelajaran.
Kepala SMP Negeri 1 Padaherang, Nurul Badri, M.Pd, menyampaikan, wacana pelaksanaan MBG sebenarnya sudah disampaikan kepada siswa sejak awal tahun ajaran, tepatnya pada Juli 2025.
Bahkan, pihak sekolah pun sudah menyampaikan bahwa kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) sudah dilakukan.
“Wacananya dulu di awal tahun pelajaran, bulan Juli 2025, MBG sudah mulai berjalan. Itu sudah saya sampaikan ke anak-anak, bahkan saya bilang kita sudah MoU,” katanya, Senin (26/1/2026).
Keterlambatan pendistribusian MBG disebabkan oleh beberapa kendala teknis. Satu di antaranya, pengaturan penerima manfaat.
Termasuk keterbatasan jumlah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Padaherang.
“Awalnya dapur MBG di Padaherang baru ada dua. Sekarang sudah ada tiga dapur atau SPPG MBG. Bahkan akan bertambah lagi, ada dapur baru yang rencananya buka di Desa Sindangwangi dan Desa Maruyungsari,” ungkap Nurul.
Selama MBG belum terealisasi, memang banyak pertanyaan dari para siswa dan pertanyaan itu terus bermunculan.
Hampir setiap waktu, pihak sekolah harus menjelaskan ulang alasan keterlambatan program tersebut.
“Karena dulu saya sudah menyampaikan ke anak-anak, jadi ya mereka terus bertanya. Apalagi sudah satu semester belum ada MBG. Sedangkan dapur yang dulu ditunjuk memang belum siap,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Nurul mengaku bersyukur karena saat ini sudah ada kepastian soal pendistribusian MBG.
Dan SPPG Kedungwuluh akan segera mendistribusikan MBG ke SMP Negeri 1 Padaherang. Sedikitnya, 821 siswa siswi di sekolah itu akan menjadi penerima manfaat.
“Setelah menerima MBG, mudah-mudahan anak-anak jadi lebih semangat belajar,” kata Nurul. ***






