LENSAPRIANGAN.COM – Setelah lama menanti, akhirnya ratusan pelajar di SMPN 1 Padaherang, Kabupaten Pangandaran menerima makan bergizi gratis (MBG).
Paket MBG tersebut langsung diantarkan oleh kendaraan mobil boks dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungwuluh, Senin (26/1/3026) siang.
Saat mobil boks datang, ratusan siswa-siswi di SMPN 1 Padaherang terlihat antusias menyambut kedatangan MBG program Presiden Prabowo Subianto itu.
Mereka berjejer di tengah-tengah ruas jalan menuju halaman sekolah dengan bersorak riang dan menyebut nyebut nama MBG.
Bahkan, sejumlah pelajar ada membawa sehelai kertas yang di antaranya bertuliskan “selamat MBG di SMPN 1 Padaherang, Sudah Lama Kami Tunggu.”
Setelah menyambut kedatangan menu MBG, kemudian mereka masuk ke dalam kelasnya masing-masing dan siap menyantap MBG yang akan dibagikan.
“Alhamdulillah pak, sekarang kita bisa menikmati MBG. Terimakasih pak Presiden,” kata Daris Faturohman siswa kelas 8 SMPN 1 Padaherang.
Sementara menu pada MBG tersebut yakni, nasi putih, potongan daging ayam goreng, sayur, goreng tempe, dan buah salak.”Ini mantap, ada ayam gorengnya. Saya senang, dan enak,” katanya.
Kepala SMP Negeri 1 Padaherang, Nurul Badri, M.Pd, mengaku bersyukur anak-anak didiknya kini sudah menerima MBG.
“Ini adalah hari pertama sekolah kami menerima MBG. Alhamdulillah, siswa-siswi kami sangat antusias,” ungkapnya.
Karena, MBG adalah satu program yang dinanti nanti oleh siswa-siswi di SMPN 1 Padaherang sejak awal bulan Juli 2025.
“Jadi, anak-anak sangat mengharapkan dan hari ini yang ditunggu-tunggu. Artinya, mereka ingin merasakan juga,” kata Nurul.
Sedikitnya, ada sebanyak 821 siswa siswi di SMPN 1 Padaherang yang menerima MBG dengan rincian 821 siswa dan 58 guru.
“Dengan adanya MBG ini, mudah mudahan anak-anak tumbuh sehat, belajar dengan baik, dan pintar,” harapnya.
Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di SPPG Kedungwuluh, Reza Kurnia Nugraha, mengatakan, memang pendistribusian MBG ke SMPN 1 Padaherang sempat terkendala oleh beberapa faktor.
“Salah satunya, ada suatu pembatasan penerima manfaat dari BGN yang di mana satu dapur harus melayani maksimal 3000 porsi MBG dalam per hari,” jelasnya. ***






