Menu

Mode Gelap
Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas

Bisnis

Satgas Percepatan MBG Pangandaran Evaluasi Kelayakan Makanan Setiap SPPG

badge-check


					Satgas Percepatan MBG Pangandaran Evaluasi Kelayakan Makanan Setiap SPPG Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rohman, menegaskan pentingnya evaluasi ketat terhadap kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu menyusul temuan adanya makanan yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.

Dalam evaluasi yang dilakukan Satgas Percepatan MBG Kabupaten Pangandaran, ditemukan makanan yang bahkan sudah tidak layak sejak dikirim.

“Bahkan tidak layak untuk dikonsumsi, dikirim saja sudah tidak layak,” kata Untung, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius sehingga pengawasan terhadap SPPG maupun SPPI atau kepala dapur, harus diperketat.

Pengawasan dilakukan agar makanan yang didistribusikan benar-benar memenuhi standar kelayakan bagi para siswa.

Tentu, ke depan seluruh pihak yang terlibat diharapkan lebih berhati-hati dan cermat dalam memeriksa makanan sebelum didistribusikan.

“Agar ke depan lebih berhati-hati atau lebih cermat melihat dan mengawasi makanan- makanan yang layak didistribusikan untuk anak-anak didik kita,” ungkapnya.

Selain itu, Satgas pun akan terus melakukan monitoring bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya dinas lingkungan hidup, dinas pendidikan, dan dinas kesehatan.

Ketiga instansi itu dinilai memiliki peran penting sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam memastikan kualitas makanan program MBG.

Sementara itu, pihak SPPG juga sudah diberikan arahan terkait perencanaan menu MBG dalam satu minggu.

Melalui perencanaan tersebut, menu makanan yang akan disajikan setiap hari diharapkan bisa ditentukan, mulai dari hari Senin hingga hari-hari berikutnya.

Perencanaan menu tersebut bertujuan untuk mengukur kebutuhan bahan pokok yang tersedia di lingkungan sekitar, termasuk menyesuaikan kemampuan penyediaan bahan serta harga yang berlaku di pasaran.

“Jadi ketika hari ini membutuhkan bahan baku makanan tertentu, itu sudah terukur dengan komposisi harga dan sebagainya,” ungkap Untung. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sambut Hari Bhayangkara ke 80, Polres Pangandaran Dorong Lomba Ketahanan Pangan

9 Juni 2026 - 19:25 WIB

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pangandaran Soroti TPP ASN dan Gaji PPPK Paruh Waktu di Puskesmas – RSUD

7 Juni 2026 - 08:21 WIB

Hari Lansia Nasional 2026, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh Digelar di Kalipucang Pangandaran

5 Juni 2026 - 19:34 WIB

Polimek di Puskesmas, Begini Respon Dinkes Pangandaran

5 Juni 2026 - 11:41 WIB

Bupati Pangandaran Disorot, Media Sosial Dinilai Lebih Banyak Pamer Gaya Hidup Ketimbang Kinerja

2 Juni 2026 - 09:59 WIB

Trending di Daerah