LENSAPRIANGAN.COM – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, langsung melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dadakan menyusul insiden meninggalnya seorang warga akibat tertimpa dahan pohon yang tumbang di pinggir jalan.
Rakor tersebut turut dihadiri unsur Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran, kepolisian, BPBD, Camat Sidamulih, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta pihak terkait lainnya.
Dalam pertemuan itu, para peserta membahas banyaknya ranting dan dahan pohon di bahu jalan raya nasional yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan dan memicu kecelakaan.
Asep mengatakan, rakor dadakan ini merupakan tindak lanjut atas peristiwa tumbangnya dahan pohon yang menimpa seorang pengendara hingga meninggal dunia.
Peristiwa itu terjadi di jalan raya nasional Pangandaran blok Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Korban bernama Dewi Safitri (23) meninggal dunia setelah tertimpa dahan kering pohon mahoni.
“Kami turut berduka cita, semoga korban husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Asep di TIC Pangandaran, Rabu (25/3/2026).
Inisiatif rakor dadakan ini diambil sebagai langkah cepat untuk menyikapi persoalan keselamatan di ruang publik, khususnya di jalur-jalur utama dan kawasan destinasi wisata.
“Sejak awal kami sudah menyampaikan bahwa kenyamanan dan keamanan adalah hal yang sangat penting, apalagi Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata,” ungkapnya.
Sebagai daerah yang mengandalkan potensi alam, Pangandaran memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap potensi bencana, termasuk pohon tumbang.
Untuk itu, pihaknya meminta BPBD bersama instansi terkait untuk segera melakukan inventarisasi serta menyusun langkah mitigasi kebencanaan secara menyeluruh.
“Kami harap ke depan ada langkah konkret dalam mitigasi, termasuk pemangkasan rutin dahan pohon, baik di jalur utama maupun di kawasan destinasi wisata,” paparnya.
Asep pun menekankan upaya mitigasi tidak boleh bersifat musiman, tapi harus dilakukan secara berkelanjutan dan terencana.
“Ini tidak hanya dilakukan saat menjelang libur Lebaran atau Tahun Baru saja, tapi harus rutin agar bisa meminimalisir risiko kecelakaan, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa,” kata Asep.
Makanya, pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder harus memiliki perencanaan yang matang agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Bencana itu tidak hanya longsor atau banjir, tapi hal seperti dahan pohon tumbang juga harus diantisipasi dengan serius,” jelasnya. ***






