LENSAPRIANGAN.COM – Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tahun 2026, Paguyuban Santun Lansia Tumaritis Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan seremonial dan pameran keterampilan hasil karya para lansia di kawasan Jati Emplak Japlak, Kecamatan Kalipucang, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh itu dihadiri Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Pangandaran Agus Malyana mewakili Bupati Pangandaran.
Kemudian perwakilan Dinas Sosial, Camat Kalipucang, Kepala Puskesmas Kalipucang, Balai KB Kecamatan Kalipucang, kader PKK, serta 52 anggota Paguyuban Santun Lansia Tumaritis.
Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Pangandaran, Agus Malyana, mengapresiasi terhadap kegiatan yang melibatkan para lanjut usia tersebut.
Menurutnya, lansia harus tetap diberdayakan agar tetap sehat, produktif, dan aktif berkontribusi di lingkungan masyarakat.
“Kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran mengapresiasi kegiatan ini karena lansia di usia lanjut harus tetap berdaya, tetap produktif, serta menjaga kesehatan fisik maupun mentalnya,” ujar Agus.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran terus memberikan dukungan terhadap kebutuhan para lansia melalui berbagai program yang dijalankan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai tugas dan fungsinya.
“Pada intinya, pemerintah daerah mendukung kebutuhan lansia dari berbagai sisi yang disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing dinas atau SKPD,” katanya.
Dari sektor kesehatan, lanjut Agus, Dinas Kesehatan melalui puskesmas menjalankan berbagai program pelayanan ramah lansia, seperti Posyandu Lansia, Puskesmas Santun Lansia, hingga pemeriksaan kesehatan gratis untuk membantu menjaga kesehatan fisik dan mental para lanjut usia.
Sementara itu, dari aspek kesejahteraan sosial, Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran memberikan perhatian kepada lansia yang membutuhkan bantuan sosial serta pendampingan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
Adapun Dinas KBP3A mengembangkan program Sekolah Lansia melalui pembentukan Bina Keluarga Lansia (BKL).
Program tersebut memberikan berbagai materi dan keterampilan kepada peserta agar tetap aktif dan produktif di usia lanjut.
“Melalui Sekolah Lansia, peserta mendapatkan pembelajaran dan keterampilan yang bermanfaat. Setelah menyelesaikan kurikulum yang telah ditetapkan, para peserta juga mengikuti proses wisuda sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka,” jelas Agus. ****






