LENSAPRIANGAN.COM – Bangunan SD Negeri 1 Cibenda yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan parah hingga beberapa ruangannya tidak lagi digunakan, kini mulai direhabilitasi melalui program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat.
Sekolah yang berada di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran itu saat ini sedang melakukan rehabilitasi dua ruang kelas dan satu ruangan kesenian.
Pantauan di lokasi, pekerjaan pembangunan meliputi pemasangan balok kayu pada atap bangunan, pemolesan dinding tembok hingga pengecatan dasar atap.
Namun, di tengah proses pembangunan, tampak sejumlah balok kayu berwarna hitam pada atap ruangan kesenian yang diduga masih menggunakan material kayu lama.
Kepala SD Negeri 1 Cibenda, Natini, S.Pd. mengatakan total ada enam ruangan sekolah yang mendapat program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan.
“Saya bertugas di sini mulai tanggal 1 September 2025, kondisi ruangan sekolah saat itu ada yang sampai ambruk,” kata Natini di SD Negeri 1 Cibenda, Rabu (13/5/2026).
Saat pertama kali bertugas, satu ruangan sekolah tersebut sebelumnya sudah menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan sebagian bangunan sehingga kegiatan belajar mengajar masih dapat berjalan.
Namun karena kondisi sejumlah bangunan lainnya sudah tua dan mengalami kerusakan berat, sekolah kembali mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.
“Sekarang sedang proses dan alhamdulillah sudah hampir berjalan sebulan. Progres pembangunan mendekati 40 persen,” jelasnya.
Revitalisasi enam ruangan sekolah itu menelan anggaran APBN sebesar Rp 941.705.422. Proyek pembangunan dikerjakan oleh CV Sandiaga Mandiri Sejahtera dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender.
Menurut Natini, hampir seluruh bagian bangunan direhabilitasi total, mulai dari lantai hingga atap bangunan.
“Alhamdulillah atas bawah bangunan atau keramik semuanya diganti. Karena memang kondisi kayunya sudah parah,” ungkap Natini.
Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar siswa untuk sementara dialihkan ke ruangan lain. Siswa kelas 4 menempati ruang UKS, sedangkan kelas 5 dipindahkan ke ruang multi fungsi.
Ia menyebut, dua ruang kelas yang kini sedang direhabilitasi sebelumnya memang sudah lama tidak digunakan karena dinilai tidak layak untuk aktivitas belajar mengajar.
“Atas perbaikan sekolah yang sedang berlangsung, kami mengucapkan terima kasih kepada Disdikpora Kabupaten Pangandaran dan Kementerian Pendidikan,” paparnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas program revitalisasi sekolah yang dinilai membantu meningkatkan kualitas sarana pendidikan di daerah.
“Sekolah kami nantinya akan lebih baik, bisa dimanfaatkan anak-anak, dan meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya. ***






