Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Bisnis

Pengelola Kebun Durian di Kedungwuluh Pangandaran Sulap Lahan Tidak Produktif ‎

badge-check


					Pengelola Kebun Durian di Kedungwuluh Pangandaran Sulap Lahan Tidak Produktif  ‎ Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Polemik isu miring terkait alih fungsi lahan seluas 17 hektar di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, akhirnya dibantah langsung oleh pengelola.

‎Pengelola kebun, Hendra Gunawan, menegaskan lahan tersebut tidak akan dijadikan pabrik semen, melainkan murni untuk pengembangan perkebunan durian.

‎”Saya membenarkan adanya pembukaan lahan sebanyak 17 hektar di Desa Kedungwuluh. Betul, peruntukannya untuk perkebunan durian. Saya membantah sama sekali jika lahan itu akan beralih fungsi menjadi pabrik semen,” ujar Hendra kepada wartawan di Padaherang, Rabu (5/8/2026).

‎Menurut Hendra, pembukaan lahan ini merupakan upaya mengubah kawasan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian bernilai ekonomi.

‎”Cuma itu untuk lahan yang tadinya kebun tidak produktif, saya rubah. Mudah-mudahan jadi lahan yang produktif,” katanya.

‎Hendra memastikan seluruh proses administrasi telah ditempuh sejak awal. Pihaknya sudah berkoordinasi dan mengantongi izin tertulis dari pemerintah desa hingga dukungan warga sekitar.

‎”Dari awal juga untuk perizinan secara tertulis sudah ada dari pihak pemerintahan desa, dari warga sekitar untuk mendukung program pembukaan tanah untuk perkebunan. Seharusnya semuanya sudah clear,” ucap Hendra.

‎Terkait pengajuan jaringan listrik ke PLN, ia menyebut itu untuk kebutuhan operasional mess karyawan. Ke depan, jaringan tersebut juga bisa dimanfaatkan warga untuk penerangan jalan.

‎Menjawab kekhawatiran warga soal potensi longsor, Hendra menjelaskan kondisi lapangan yang didominasi batuan karang jenis limestone yang sangat keras.

‎”Kami menerapkan sistem terasering hanya untuk tanah-tanah saja. Sementara untuk gunung bebatuan tidak kami pugar sama sekali. Tidak dikeruk, hanya dibersihkan rumput dan ilalangnya,” ujarnya.

‎Ia menilai mustahil melakukan pengerukan karena keterbatasan alat berat.

“Itu lahan bukan tanah gambut. Karena banyak batuan karang putih. Alat berat juga tidak akan kuat untuk membongkar gunung itu,” katanya.

‎Untuk perawatan tanaman, pihaknya akan menggunakan sistem kocor atau pemupukan langsung ke tanah. Penyemprotan dari atas hanya dilakukan jika ada serangan hama.

‎Selain membuka lahan produktif, Hendra berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar. Sebanyak 80 persen tenaga kerja yang direkrut nantinya berasal dari warga Dusun Balater Desa Kedungwuluh dan sekitarnya.

‎”Justru kami ingin memberikan peluang pekerjaan. Biasanya 80 persen itu orang-orang setempat dulu. Kami terbuka untuk pekerjaan,” ucap Hendra.

‎Hendra mencontohkan, model perkebunan modern seperti ini juga sudah diterapkan di beberapa lokasi lain seperti di Banjarsari, Karangmulya, Ciparakan, dengan komoditas durian, lengkeng, dan jeruk.

‎”Jadi kami dari awal memang bergerak di sektor perkebunan, bukan pabrik. Tujuannya menciptakan pertanian modern dengan menyerap tenaga kerja lokal,” pungkasnya. (Sajidin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Brigjen TNI Raja Beni Arifin Tinjau Langsung Progres TMMD ke-130 di Pangandaran

4 November 2026 - 19:12 WIB

Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Maspuah di Langkaplancar Pangandaran Kini Miliki Rumah Permanen 

4 November 2026 - 16:42 WIB

Solar Subsidi Bersubsidi Diduga untuk Alat Berat di Pangandaran, Pengawasan Jangan Tutup Mata

2 November 2026 - 16:04 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Perkuat Pondasi Rutilahu Milik Siti di Desa Mekarwangi

2 November 2026 - 13:58 WIB

Semangat Gotong Royong, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Bersama Warga Angkut Material Bangun Pondasi Rutilahu 

2 November 2026 - 13:43 WIB

Trending di Daerah