Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Bisnis

Pengelola Kebun Durian di Kedungwuluh Pangandaran Sulap Lahan Tidak Produktif ‎

badge-check


					Pengelola Kebun Durian di Kedungwuluh Pangandaran Sulap Lahan Tidak Produktif  ‎ Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Polemik isu miring terkait alih fungsi lahan seluas 17 hektar di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, akhirnya dibantah langsung oleh pengelola.

‎Pengelola kebun, Hendra Gunawan, menegaskan lahan tersebut tidak akan dijadikan pabrik semen, melainkan murni untuk pengembangan perkebunan durian.

‎”Saya membenarkan adanya pembukaan lahan sebanyak 17 hektar di Desa Kedungwuluh. Betul, peruntukannya untuk perkebunan durian. Saya membantah sama sekali jika lahan itu akan beralih fungsi menjadi pabrik semen,” ujar Hendra kepada wartawan di Padaherang, Rabu (5/8/2026).

‎Menurut Hendra, pembukaan lahan ini merupakan upaya mengubah kawasan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian bernilai ekonomi.

‎”Cuma itu untuk lahan yang tadinya kebun tidak produktif, saya rubah. Mudah-mudahan jadi lahan yang produktif,” katanya.

‎Hendra memastikan seluruh proses administrasi telah ditempuh sejak awal. Pihaknya sudah berkoordinasi dan mengantongi izin tertulis dari pemerintah desa hingga dukungan warga sekitar.

‎”Dari awal juga untuk perizinan secara tertulis sudah ada dari pihak pemerintahan desa, dari warga sekitar untuk mendukung program pembukaan tanah untuk perkebunan. Seharusnya semuanya sudah clear,” ucap Hendra.

‎Terkait pengajuan jaringan listrik ke PLN, ia menyebut itu untuk kebutuhan operasional mess karyawan. Ke depan, jaringan tersebut juga bisa dimanfaatkan warga untuk penerangan jalan.

‎Menjawab kekhawatiran warga soal potensi longsor, Hendra menjelaskan kondisi lapangan yang didominasi batuan karang jenis limestone yang sangat keras.

‎”Kami menerapkan sistem terasering hanya untuk tanah-tanah saja. Sementara untuk gunung bebatuan tidak kami pugar sama sekali. Tidak dikeruk, hanya dibersihkan rumput dan ilalangnya,” ujarnya.

‎Ia menilai mustahil melakukan pengerukan karena keterbatasan alat berat.

“Itu lahan bukan tanah gambut. Karena banyak batuan karang putih. Alat berat juga tidak akan kuat untuk membongkar gunung itu,” katanya.

‎Untuk perawatan tanaman, pihaknya akan menggunakan sistem kocor atau pemupukan langsung ke tanah. Penyemprotan dari atas hanya dilakukan jika ada serangan hama.

‎Selain membuka lahan produktif, Hendra berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar. Sebanyak 80 persen tenaga kerja yang direkrut nantinya berasal dari warga Dusun Balater Desa Kedungwuluh dan sekitarnya.

‎”Justru kami ingin memberikan peluang pekerjaan. Biasanya 80 persen itu orang-orang setempat dulu. Kami terbuka untuk pekerjaan,” ucap Hendra.

‎Hendra mencontohkan, model perkebunan modern seperti ini juga sudah diterapkan di beberapa lokasi lain seperti di Banjarsari, Karangmulya, Ciparakan, dengan komoditas durian, lengkeng, dan jeruk.

‎”Jadi kami dari awal memang bergerak di sektor perkebunan, bukan pabrik. Tujuannya menciptakan pertanian modern dengan menyerap tenaga kerja lokal,” pungkasnya. (Sajidin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Grand Palma Pangandaran Rayakan HUT ke-3, Perkuat Konsep Syariah dan Targetkan Ekspansi

31 Juli 2026 - 21:50 WIB

Akhirnya, Tiga Anak Pemulung Asal Bekasi Dapat Perhatian Disdikpora Pangandaran, PGRI, dan BAZNAS

31 Juli 2026 - 18:01 WIB

Antara Guru dan AI: Peran Pendidik Tetap Tak Tergantikan di Era Kecerdasan Artifisial

30 Juli 2026 - 10:07 WIB

Manfaat Aplikasi Pronalin Cek, Bantu Ibu Hamil Kenali Risiko hingga Siapkan Persalinan Lebih Aman

28 Juli 2026 - 16:12 WIB

Milad ke 51, MUI Pangandaran Soroti Isu Keagamaan Sensitif, Lakukan Identifikasi dan Antisipasi Gesekan

27 Juli 2026 - 14:43 WIB

Trending di Daerah